Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk (Jababeka), President University (PU), dan Fabrication Laboratory PU. Kompetisi ini diikuti oleh 1.560 peserta sejak pendaftaran dibuka pada 15 April 2026. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 20 tim finalis, yang terdiri dari 11 tim kategori SMA/SMK dan 9 tim kategori mahasiswa dan umum.
Dalam kompetisi ini, peserta mendapatkan tantangan dari delapan case provider yang berasal dari sektor industri maupun instansi pemerintah. Enam di antaranya berasal dari sektor retail dan logistik, manufaktur, e-commerce, sertifikasi hingga kepabeanan yang diwakili oleh Kawan Lama, Reckitt Benckiser Indonesia, Blibli, Kerry, TÜV NORD Group, dan Cikarang Dry Port.
Sementara dua case provider lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan, dengan sektor waste management dan traffic management. Setelah melalui beberapa rangkaian tahapan, mulai dari seleksi, sesi mentoring dan private coaching secara daring, company visit ke masing-masing case provider untuk memahami permasalahan di lapangan, hingga tahap mendemonstrasikan prototipe solusi berbasis AI kepada dewan juri, para peserta kemudian memasuki tahap akhir penjurian untuk menentukan pemenang di masing-masing sektor.
Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026, ​Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, S.T., M.Sc. menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah menghadirkan berbagai solusi inovatif dalam AI Open Innovation Challenge 2026. Menurutnya, kompetisi ini tak hanya berhasil menjadi ajang untuk menghasilkan ide, tapi juga mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata di dunia industri.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh finalis yang sudah bekerja keras menunjukkan kemampuan serta inovasinya. Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, industri dan tata kelola kota Jakarta," katanya dalam siaran persnya, dikutip Selasa, 29 September 2026.
Director of Batavia Campus, President University, Cahyo Rahadian Muzhar menambahkan, keterlibatan PU dalam AI Open Innovation Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen President University dalam mendukung pengembangan inovasi, teknologi, dan talenta digital Indonesia yang selaras dengan kebutuhan transformasi industri.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Suparjo, S.AP., M.AP mengapresiasi penyelenggaraan ajang kompetisi inovasi ini. Pasalnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Melalui kompetisi ini, para finalis tak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknis. Namun juga memperoleh pengalaman dalam menghubungkan solusi teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan melalui case provider.
“Karena besarnya pertumbuhan ekonomi digital nasional saat ini yang membuat Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,” tegas Suparjo.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Feirully Irzal, B.Eng, MBA mengatakan, AI Open Innovation Challenge 2026 telah mempertemukan talenta, akademisi, pemerintah, dan dunia industri dalam satu ekosistem kolaborasi. "Kami berharap jangan berhenti di prototipe dan di ajang ini, karena solusi terbaik adalah solusi yang benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta," terangnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk mendorong tindak lanjut dari hasil kompetisi tersebut. Pertama, para pemenang akan didorong mengikuti sesi business matching agar inovasinya dapat dikembangkan bersama dunia usaha maupun pemerintah.
Kedua, Pemprov DKI Jakarta akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan untuk menelaah solusi yang dihasilkan serta membuka ruang uji coba atau piloting dengan menggunakan data dan kondisi lapangan yang nyata. Ketiga, para pemenang akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi kota-kota mitra atau sister city Jakarta. Kesempatan tersebut diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai praktik terbaik penerapan teknologi di dunia usaha maupun pemerintahan. “Dan membawanya pulang untuk membangun Jakarta,” kata Feirully.
AI Open Innovation Challenge 2026
Dari pihak Industri, Ardiyansyah Djafar selaku VP Business Development PT Jababeka Tbk, menyambut baik atas penyelenggaraan AI Open Innovation Challenge 2026 dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak di kompetisi ini. Menurutnya, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci utama akselerasi ekonomi, terutama ekonomi digital.
“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pimpinan berbagai pihak atas keikutsertaan dalam kompetisi ini, termasuk juga kepada Kemenko Perekonomian, PemProv DKI Jakarta, President University, Fablab PU, mitra Industri, dan para dewan juri. Alhamdulillah, acara berjalan lancar,” kata Ardiyansyah Djafar.
Ardiyansyah Djafar berharap inovasi-inovasi berbasis AI yang lahir AI Open Innovation Challenge 2026 tak berhenti pada kompetisi. Tapi bisa menjadi langkah awal bagi lahirnya solusi AI yang lebih matang, aplikatif, dan punya peluang untuk dikembangkan lebih lanjut guna menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.
Adapun AI Open Innovation Challenge 2026 berlangsung dari tanggal 23-25 September 2026, dan acara final pada 24 September 2026 merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian AI Open Innovation Challenge 2026. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, asosiasi, serta praktisi dan pelaku industri dengan kompetensi di bidang teknologi, data, digitalisasi, dan AI.
Untuk bidang industri, dewan juri terdiri dari Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN Dr. Esa Prakasa, M.T., Ketua Umum KORIKA Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., IPU, Peneliti Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN Rio Nurtantyana, S.Pd., M.Pd., M.Sc., Ph.D., dan Nicholas Dominic dari LintasArta. Sementara dewan juri dari unsur bidang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melibatkan Ketua SubKelompok Kemitraan, Data dan Informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Sri Mulyati, S.T, M.Sc, dan Kepala Satuan Pelaksana Sistem Informasi Manajemen Pusdatinhub Hendra Kurniawan.
Selain proses penjurian, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan President University dan perwakilan case provider. Sesi tersebut di antaranya menghadirkan Gerry Gusman Wibowo, S.Kom., M.Kom., Head of Solutions Architect, Global and Partnership Lintasarta, serta Umar Bahari, S.Si., Microbiology Manager TÜV NORD Group.
Daftar pemenang AI Open Innovation Challenge 2026
Para pemenang sendiri ditentukan berdasarkan penilaian yang mencakup aspek inovasi, kualitas teknis, relevansi solusi, serta potensi implementasinya dalam menjawab kebutuhan dan permasalahan nyata di industri maupun instansi pemerintah. Juara Umum Sektor Industri: Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah (Raihan Putra Kirana, Hilfani Rayyanne Subagio, Muhammad Abyan Putra Wibowo, Husni Abdillah Ray, Steven Lie Wibowo)Sektor Industri
1. Kategori SMA- Juara 1: Tim Pasti Menang (Mario William Widjaja, Muhammad Arfa Kaisar Givan, Calasanctius Jovandy Chrysanthus Pardede)
- Juara 2: CargoArch AI (Rafa Putra Ro'uf, Muhammad Saif Zuhairi, Aqil Afzal Alfarisi, Farsya Naufal Rahmandika)
- Juara 3: Quasarian Radr-Lyon Dynasty (Justin Raditya Rizki, Arsene Matthew Ezar Naftali, Nabiil Alrilo Zhafran Tarigan
- Juara 1: Manusia Tak Pakai AI akan Kalah (Raihan Putra Kirana, Hilfani Rayyanne Subagio, Muhammad Abyan Putra Wibowo, Husni Abdillah Ray, Steven Lie Wibowo)
- Juara 2: Rojali (I Gede Wira Pratama, Anisa Nirwana, Fransiscus Tito Christanto)
- Juara 3: Ada Pokemon Blonde (Pauline Felicia Tiara, Wiewien Tancaniago, Zikra Rachma Zeity)
Sektor Traffic Management
- Juara 1: Lumitech (Mohammad Hervin Abydzar Hakim, Rafael Lorenzo, Muhammad Raya Ar Rizki, Dhifan Razaqa)
- Juara 2: Vista (Muhamad Yusuf, Putri Mahardika Dewi, Rafi Firli Brilian, Alvariz Syadiqa, Putri Miranda Hutabarat)
- Juara 3: Problem Solver (Amelia Cahya Anggraeni, Bayu Indra Pratama, Muhammad Khalifa Aisy Hafiy, Rakan Shaka Raufa, Hasby Wira Al Muflih)
Sektor Waste Management
- Juara 1: AI Engineer 94 Jakarta (Muhammad Bintang Edyas, Aqsho Izdiharudin, Fawwaz Muzakki, Ahmad Rasya Ali, Muhammad Adnan Nursam)
- Juara 2: Sekawan Engineer (Muhammad Naufal Rafa Al As'ad, Amadeus Xavier Enoch, Aditya Pratama Putra, Agung Dwi Saputra)
- Juara 3: JWIS (Dwiky Candra, Indriyani Putri Dwi Irianto, Muhammad Muqorrobin Al Anshori, Gesang Hemas Bayu Sekti, Ezekiel Benedict Felice)
Awards :
- AI ETHICS AWARD : Alchemy (Muhammad Fahran, Abdi Fhilipus Tampubolon, M. Fadhil Al Fariz, Haniyah Nesya Ardhana)
- HUMAN-AI COLLABORATION AWARD: Aselole (Aaron Nathanael, Fakhri Laksmana Zulkarnain, Rasyad Ramadhan Putra, Gede Saka Kenzie Narendra, Keandre Bhakti Mahardika Purba)
- PROCESS OPTIMIZATION AWARD : Last Minute (Dimas Lintar Ramadhan, Diva Clara Rosiana Marpaung, Maulidah Barakbah, Naila Atikah Isnaeni, Natasya Nurfadila)
- SYSTEM INTEGRATION AWARD: Nangulub (Emmanuel Joaquin Natorang, Muhammad Fakhri Muzzaki, I Gusti Ngurah Ganendra Abhiseka, Darryl Valentino Sepfa Ramadhan, Muhammad Azzam)
- DECISION SUPPORT AWARD: SmartLine Automation (Muhammad Putra Nugraha, Taufik Nur Rohman, Rahma Aulia, Lukita Falensia Marjan)
- INDUSTRY POTENTIAL AWARD: Axion Labs (Radithya Putra Aryasatya, Axel Rafif Saputra, Arkan Pradhana Heryanto)
- GROWTH POTENTIAL AWARD: Golden Syphon (Nadia Zahra, Farah Nada Azzura, Nadira Ariandaru Cahyaningtyas)
- PROTOTYPE DEMO AWARD: Idioteque (Azzam Mujahid Rabbani, Chalisa Izzaty Anwar, Athalla Ardastra Wicaksono, Hilman Hammani Hidayat, Chesta Maheswara Somalinggi)