Memahami urutan planet bukan sekadar menghafal nama, melainkan memahami bagaimana posisi sebuah planet menentukan suhu, komposisi, dan kemampuannya dalam menyokong kehidupan.
Selain planet, tata surya juga memiliki benda langit lainnya, seperti sabuk asteroid, Sabuk Kuiper yang terdapat di bagian terluar, 173 satelit yang berhasil diidentifikasi, lima planet kerdil, serta jutaan benda langit lainnya seperti meteor, komet, asteroid, dan lain-lain.
Dengan segala kemegahan yang ada pada tata surya hal tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari galaksi bimasakti yang saat ini kita tempati. Meskipun demikian, kemegahan tersebut masih terus membuat kita takjub dengan segala hal yang ada di luar angkasa sana. Yuk simak urutan planet dalam tata surya sebagai berikut.
Berdasarkan definisi resmi dari International Astronomical Union (IAU), terdapat delapan planet yang diakui dalam sistem tata surya kita. Planet-planet ini dibagi menjadi dua kelompok besar: Planet Terestrial (planet batuan yang padat) dan Planet Raksasa (raksasa gas dan raksasa es).
Kelompok I: Planet Terestrial (Planet Batuan)
Kelompok ini terdiri dari empat planet pertama yang terletak di bagian dalam tata surya. Mereka memiliki permukaan yang padat, terdiri dari batuan dan logam, serta memiliki sedikit atau tidak ada bulan sama sekali.Merkurius
Merkurius menduduki posisi pertama sebagai planet terdekat dari Matahari dengan jarak rata-rata sekitar 58 juta kilometer. Karena kedekatannya, Merkurius hanya membutuhkan waktu 88 hari Bumi untuk menyelesaikan satu kali orbit.
Merkurius adalah planet terkecil di tata surya, hanya sedikit lebih besar dari Bulan kita. Ia hampir tidak memiliki atmosfer (eksosfer tipis), yang menyebabkan suhu permukaannya sangat ekstrem. Pada siang hari, suhu bisa mencapai 430°C, namun pada malam hari turun drastis hingga -180°C.
Meskipun paling dekat dengan Matahari, Merkurius bukanlah planet terpanas karena ketiadaan atmosfer yang mampu memerangkap panas.
Venus
Venus menempati urutan kedua. Secara ukuran, Venus sering disebut sebagai "kembaran Bumi" karena dimensinya yang hampir mirip. Namun, di balik kemiripan ukuran tersebut, Venus adalah tempat yang paling tidak ramah bagi kehidupan.Inilah planet terpanas di tata surya dengan suhu permukaan rata-rata 465°C secara konstan. Hal ini disebabkan oleh atmosfernya yang sangat tebal, terdiri dari 96% karbon dioksida, yang menciptakan efek rumah kaca yang tak terkendali.
Uniknya, Venus berputar pada porosnya dengan arah yang berlawanan dengan kebanyakan planet lain (dari timur ke barat). Matahari di Venus akan terbit di barat dan terbenam di timur.
Bumi
Bumi adalah planet ketiga dan satu-satunya tempat di alam semesta yang diketahui memiliki kehidupan. Bumi berada di "Zona Goldilocks", sebuah wilayah yang suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, sehingga air dapat berada dalam fase cair.Keunggulan Bumi terletak pada atmosfernya yang kaya akan nitrogen dan oksigen, serta keberadaan medan magnet yang kuat untuk melindungi permukaan dari radiasi mematikan Matahari. Sekitar 71% permukaan Bumi tertutup oleh air, yang menjadi kunci utama bagi seluruh proses biologis yang terjadi di dalamnya.
Mars
Mars yang dikenal sebagai "Planet Merah", menutup urutan planet dalam (terestrial). Warna merahnya berasal dari besi oksida atau karat yang menutupi permukaannya.Ilmuwan telah menemukan bukti kuat bahwa Mars dulunya memiliki air yang mengalir di permukaannya. Mars juga memiliki gunung berapi terbesar di tata surya, Olympus Mons, yang tingginya tiga kali lipat Gunung Everest.
Kelompok II: Planet Raksasa (Jovian)
Setelah melewati Sabuk Asteroid, kita memasuki wilayah planet luar. Planet-planet ini tidak memiliki permukaan padat dan ukurannya sangat besar jika dibandingkan dengan planet terestrial.Jupiter
Jupiter adalah planet kelima dan yang terbesar di tata surya. Saking besarnya, jika seluruh planet lain digabungkan menjadi satu, mereka masih belum bisa menandingi massa Jupiter. Jupiter adalah raksasa gas yang sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Ia tidak memiliki permukaan padat, jika kamu mencoba mendarat di sana, kamu hanya akan terus jatuh ke dalam inti yang sangat padat.Ciri khas Jupiter adalah "Bintik Merah Besar" (Great Red Spot), sebuah badai raksasa yang telah mengamuk selama ratusan tahun dan ukurannya lebih besar dari Bumi.
| Baca juga: AI Bisa Petakan Awan Metana Titan dalam Waktu Singkat |
Saturnus
Saturnus berada di urutan keenam. Meskipun planet lain juga memiliki cincin, tidak ada yang semegah dan seindah milik Saturnus. Cincin Saturnus terdiri dari miliaran potongan es dan batuan berlapis debu. Cincin ini sangat lebar tetapi sangat tipis, dengan ketebalan rata-rata hanya sekitar 10 hingga 100 meter.Saturnus adalah planet yang paling tidak padat. Jika Anda memiliki kolam air yang cukup besar, Saturnus akan mengapung di atas air karena massa jenisnya lebih kecil daripada air.
Uranus
Urutan ketujuh adalah Uranus. Berbeda dengan Jupiter dan Saturnus, Uranus dikategorikan sebagai "Raksasa Es" karena mengandung lebih banyak unsur berat seperti oksigen, karbon, nitrogen, dan sulfur.Uranus memiliki kemiringan sumbu sebesar 98 derajat. Hal ini membuat Uranus tampak berputar menyamping seperti bola yang menggelinding mengelilingi Matahari. Akibatnya, satu musim di Uranus bisa berlangsung selama 21 tahun. Warna biru kehijauan pada Uranus disebabkan oleh gas metana di atmosfer atasnya yang menyerap cahaya merah dari Matahari.
Neptunus
Planet kedelapan dan terjauh adalah Neptunus. Jaraknya sekitar 30 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Bumi, membuatnya sangat gelap, dingin, dan sulit diamati. Neptunus adalah tempat paling berangin di tata surya. Kecepatan angin di sana bisa mencapai 2.100 kilometer per jam, lebih cepat daripada kecepatan suara di Bumi.Menariknya, Neptunus adalah planet pertama yang posisinya diprediksi melalui perhitungan matematika sebelum benar-benar diamati menggunakan teleskop. Hal ini membuktikan keakuratan hukum gravitasi Newton.
Sering kali timbul pertanyaan mengenai Pluto. Sejak tahun 1930 hingga 2006, Pluto dianggap sebagai planet kesembilan. Namun, pada tahun 2006, IAU mengubah klasifikasi Pluto menjadi "Planet Kerdil" (Dwarf Planet). Alasannya, Pluto tidak memenuhi kriteria ketiga sebagai planet, yaitu membersihkan lingkungan orbitnya dari objek lain. Orbit Pluto masih dipenuhi oleh objek-objek dari Sabuk Kuiper.
Tata Surya adalah sebuah struktur yang terorganisir dengan sangat indah. Dimulai dari Merkurius yang kecil dan cepat, hingga Neptunus yang dingin dan berangin, setiap planet menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana alam semesta bekerja.
Bagi kita di Bumi, mempelajari urutan dan karakteristik planet-planet ini bukan sekadar pengetahuan teoretis. Hal ini membantu kita menghargai betapa istimewanya posisi Bumi sebuah titik biru kecil yang memberikan perlindungan sempurna di tengah keindahan namun mematikannya ruang angkasa.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News