"Dari jadwal tatap muka reguler kami sederhanakan dengan jadwal pembelajaran daring dengan setiap harinya belajar hanya dua mata pelajaran," kata Heru kepada Medcom.id, Selasa 20 Oktober 2020.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban belajar siswa di masa pandemi dan PJJ. Pun sekaligus meminimalisir menumpuknya tugas para siswa yang berpotensi menimbulkan depresi.
Menurut Heru, hal itu diperlukan guna mencegah anak stres saat PJJ. Pembelajaran dari hari ke hari terus dievaluasi oleh pihaknya.
"Penyederhanaan yang kami lakukan sering mengevaluasi pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran daring," tambah Heru.
Baca juga: Cegah Depresi PJJ, Guru dan Orang Tua Harus Aktif Berkoordinasi
Penyederhanaan ini, kata Heru, diharapkan mampu meminimalisir persoalan yang muncul akibat PJJ. Yang terpenting kata dia ialah pelayanan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik.
"Paling tidak apa yang kami lakukan adalah untuk antisipasi potensi terjadinya persoalan," terang dia.
Sebelumnya, Seorang siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MI, bunuh diri dengan menggunakan racun. Siswi berusia 16 tahun tersebut diduga bunuh diri akibat depresi menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News