University of Edinburgh . DOK Schoters
University of Edinburgh . DOK Schoters

9 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Batas Usia Jenjang S1-S3, Cek Syaratnya!

Renatha Swasty • 30 September 2026 22:04
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah beasiswa bergengsi dunia dari pemerintah asing, lembaga swasta, dan universitas tidak menetapkan batasan usia pendaftar.
  • Program seperti Fulbright, Australia Awards, hingga Chevening menawarkan bantuan pembiayaan penuh meliputi biaya kuliah dan hidup.
  • Meski tanpa syarat umur, pendaftar tetap diwajibkan memenuhi kualifikasi IPK, kemampuan bahasa Inggris, serta pengalaman kerja.
Jakarta: Usia sering kali menjadi hambatan bagi banyak orang yang bermimpi melanjutkan studi kuliah ke luar negeri. Tidak sedikit calon pendaftar yang akhirnya batal melamar karena merasa terlalu muda atau sudah melewati batas umur tertentu.

Padahal, sejumlah penyelenggara beasiswa bergengsi di dunia justru sama sekali tidak menetapkan batasan usia bagi para pendaftarnya. Peluang emas ini terbuka lebar bagi siapa pun yang memiliki kualifikasi unggul serta semangat tinggi untuk belajar.

Berbagai program beasiswa tersebut ditawarkan langsung oleh pemerintah negara asing, lembaga swasta internasional, hingga universitas terkemuka. Cakupan pendanaannya pun sangat beragam, mulai dari pembiayaan menyeluruh dan sebagian.

Meski tanpa batas usia, pelamar tetap harus memenuhi syarat nilai, tes bahasa Inggris, dan pengalaman kerja yang ditentukan. Berikut daftar beasiswa tanpa batas usia yang bisa Sobat Medcom coba dikutip dari SunEducation dan Titik Nol English:

Daftar Beasiswa Luar Negeri Tanpa Batas Usia

1. Fulbright Scholarship (S2, S3)

Beasiswa pascasarjana ke Amerika Serikat ini ditawarkan lewat AMINEF, yayasan pertukaran pelajar Indonesia-Amerika, dengan dukungan pemerintah AS. Cakupannya meliputi biaya pembuatan visa J-1, tiket pesawat pulang-pergi Indonesia-Amerika, biaya kuliah, biaya hidup, hingga asuransi kesehatan.

Pelamar harus memiliki IPK minimal 3,00 serta skor TOEFL ITP minimal 550 untuk S2 atau 575 untuk S3, atau IELTS yang setara. Penerima juga wajib kembali ke Indonesia setelah lulus, dan calon yang ingin mengajar di Indonesia akan diprioritaskan.

Pendaftaran dibuka pada Desember hingga Februari. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman www.aminef.or.id. 

2. Australia Awards Scholarship (S2, S3)

Beasiswa milik pemerintah Australia ini didanai melalui program pembangunan negara-negara mitra. Cakupannya meliputi tiket pesawat pulang-pergi, biaya kuliah, biaya hidup, tunjangan kesehatan, dan dukungan akademis.

IPK minimal yang disyaratkan adalah 2,9, sedangkan penyandang disabilitas cukup memiliki IPK minimal 2,75. Untuk S2, pelamar membutuhkan IELTS minimal 5.5, TOEFL iBT minimal 69, atau TOEFL ITP minimal 525.

Untuk S3, syaratnya adalah IELTS minimal 6.0, TOEFL iBT minimal 69, atau TOEFL ITP minimal 550. Pendaftaran dibuka pada April hingga Mei melalui laman www.australiaawardsindonesia.org. 

3. Chevening Scholarship (S2)

Beasiswa penuh dari Foreign and Commonwealth Office Inggris ini menanggung biaya kuliah S2 di Inggris. Pelamar harus berasal dari negara pilihan termasuk Indonesia, memiliki IPK minimal 3,33, dan pengalaman kerja minimal 2.800 jam atau sekitar 2 tahun. 

Penerima juga wajib kembali ke negara asal minimal 2 tahun setelah studi berakhir dan memenuhi persyaratan universitas tujuan. Selain itu, pelamar memerlukan sertifikat IELTS minimal 6,5 atau conditional letter of acceptance (LoA). Pendaftaran dibuka setiap November malalui www.chevening.org. 

4. Posco Asia Fellowship (S2, S3)

Beasiswa dari TJ Park Foundation ini ditujukan bagi 30 mahasiswa Asia terpilih yang ingin kuliah pascasarjana di Korea Selatan. Jenjang yang tersedia adalah S2 dan S3.

Pelamar harus berkewarganegaraan salah satu negara di Asia dan tidak memiliki ikatan dinas dengan instansi mana pun. Mereka juga wajib memenuhi syarat universitas tujuan. Pendaftaran dibuka setiap Mei. Informasi lengkap tersedia di www.postf.org. 
   

5. Swedish Institute Scholarships for Global Professionals (S2)

Beasiswa milik Swedish Institute ini dirancang khusus bagi para pekerja yang ingin menempuh S2 di Swedia. Pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal 3.000 jam dan pengalaman kepemimpinan.

Pelamar juga harus telah mendaftar ke universitas partner di Swedia. Selain itu, mereka harus berasal dari negara yang tercantum dalam daftar penerima, termasuk Indonesia.

Pendaftaran kampus dibuka pada Oktober hingga Januari, sedangkan pengumuman beasiswa dijadwalkan sekitar Februari. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman si.se. 

6. GIST Scholarship for International Student (S2, S3)

Beasiswa ini cocok bagi peminat bidang teknologi dan sains yang ingin kuliah di Korea Selatan pada jenjang S2 dan S3. Pendanaannya berasal dari Gwangju Institute of Science and Technology dan Kementerian Sains dan Teknologi Korea Selatan.

Program ini bersifat fully funded, yaitu mencakup biaya perkuliahan, biaya hidup, hingga biaya penelitian. Informasi resmi, syarat, dan jadwal pendaftaran dapat diakses melalui www.gist.ac.kr/iadm/html/sub04/0401.html. 

7. Gates Cambridge Scholarship (S2, S3)

Didirikan oleh Bill and Melinda Gates Foundation, beasiswa ini terbuka untuk hampir semua program di University of Cambridge, Inggris. Setiap tahun tersedia sekitar 80 beasiswa yang dibagi ke pelamar dari berbagai negara di luar Inggris, termasuk Indonesia.

Beasiswa ini fully funded dengan cakupan biaya hidup, tiket pulang-pergi, tunjangan pemeliharaan, pengembangan akademik, hingga tunjangan keluarga bagi yang membawa keluarga. Persaingannya sangat ketat, dan informasi lengkap tersedia di www.gatescambridge.org. 

8. Edinburgh Global Online Learning Masters Scholarship (S2)

University of Edinburgh menawarkan beasiswa untuk program Master online paruh waktu yang menanggung biaya kuliah selama durasi program. Penilaian didasarkan pada prestasi akademik dan personal statement yang kuat, dengan prioritas bagi pelamar yang belum pernah kuliah S2.

Pelamar harus berstatus warga sekaligus penduduk negara berpendapatan rendah hingga menengah ke bawah menurut daftar OECD DAC, sehingga kelayakan pelamar Indonesia perlu dicek lebih dulu. Informasi mengenai daftar negara dan jumlah kursi terbaru dapat diakses melalui www.ed.ac.uk. 

9. MoE Taiwan Scholarship (S1, S2, S3)

Beasiswa dari Kementerian Pendidikan Taiwan ini mencakup biaya kuliah maksimal TWD40.000 per semester dan tunjangan hidup TWD15.000 per bulan untuk jenjang S1. Mahasiswa S2 dan S3 memperoleh tunjangan hidup sebesar TWD20.000 per bulan.

Berkas pendaftaran diserahkan melalui perwakilan Taiwan di negara pelamar sesuai jadwal yang ditetapkan. Informasi resmi dapat diakses melalui taiwanscholarship.moe.gov.tw. 

Persiapkan Sejak Dini

Waktu pendaftaran tiap beasiswa berbeda-beda, sehingga calon pelamar disarankan mencatat jadwalnya sejak sekarang. Menyiapkan skor bahasa Inggris, dokumen akademik, surat rekomendasi, hingga pengalaman kerja dan kepemimpinan akan sangat membantu.

Persyaratan dan jadwal dapat berubah setiap tahun. Karena itu, pastikan kembali informasi terbaru di situs resmi masing-masing penyelenggara.

Sobat Medcom, itulah sembilan beasiswa luar negeri tanpa batas usia yang bisa kamu incar. Jangan biarkan angka usia menghalangi mimpimu dan persiapkan diri sekarang, ya! (Talitha Islamey)

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan