Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

IHSG Anjlok, Ini Profil dan Pendidikan Iman Rachman yang Mundur dari Jabatan Dirut BEI

Citra Larasati • 31 Januari 2026 15:41
Ringkasnya gini..
  • Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026.
  • Mundurnya Iman Rachman merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas anjloknya IHSG.
  • IHSG anjlok selama dua hari berturut-turut hingga memicu trading halt.
Jakarta: Nama Iman Rachman menjadi sorotan publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 30 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul gejolak pasar modal yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari berturut-turut hingga memicu trading halt.
 
Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Utama BEI setelah kondisi pasar modal mengalami tekanan berat. Dalam dua hari perdagangan terakhir, IHSG terus merosot tajam hingga menyentuh level 7.000-an dari posisi sebelumnya di kisaran 9.000-an.
 
Ia menyampaikan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia. Meski diakuinya kondisi IHSG pada perdagangan Jumat pagi sudah menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 102,680 poin atau 1,25 persen ke level 8.334,882, Iman tetap memutuskan untuk mundur.

"Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri," kata Iman dikutip dari laman Metrotvnews.com, Jumat, 30 Januari 2026.
 
Ia berharap langkah mundurnya dapat membawa dampak positif bagi pasar modal nasional. Siapa sebenarnya Iman Rachman? Yuk kita kenalan dengan mantan dirut BEI ini.

Profil Iman Rachman

Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman bukanlah sosok baru di industri keuangan Indonesia. Sebelum menduduki kursi tertinggi di Gedung Bursa Efek Indonesia, ia telah memiliki rekam jejak panjang sebagai bankir investasi dan eksekutif korporasi di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka.
 
Iman Rachman memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998-2003. Setelah itu, ia melanjutkan kariernya dengan menjabat sebagai Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas selama lebih dari satu dekade (2003-2016).
 
Pengalaman di sektor pelabuhan juga mewarnai perjalanan kariernya ketika ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016-2018, dilanjutkan dengan posisi serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019. Ia kemudian dipercaya memimpin PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Direktur Utama pada periode 2019-2020.
 
Jabatan terakhir sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama BEI merupakan sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) pada 2020-2022. Pengalaman panjangnya di berbagai BUMN strategis menjadi bekal berharga ketika ia dilantik sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Pendidikan Iman Rachman

Dalam hal pendidikan, Iman Rachman memiliki latar belakang akademis yang solid di bidang ekonomi dan keuangan. Berikut jejak pendidikan yang ditempuhnya:
  • Universitas Padjadjaran - Sarjana Ekonomi jurusan Keuangan (1995)
  • Leeds University Business School, Inggris - Master of Business Administration (MBA) dengan fokus Finance (1997).
Latar belakang pendidikan internasionalnya di bidang keuangan memberikan bekal kuat bagi Iman untuk berkarier di sektor pasar modal dan keuangan. Kombinasi antara pendidikan berkualitas dan pengalaman panjang di berbagai institusi keuangan terkemuka menjadikannya sosok yang dipercaya untuk memimpin bursa saham terbesar di Indonesia.
 
Mengutip dari Media Indonesia, trading halt pertama terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, setelah IHSG ambruk lebih dari 8 persen dan jatuh ke kisaran level 7.600. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, saat IHSG kembali terjun hingga sempat anjlok 10 persen.
 
Pembekuan sementara perdagangan saham selama dua hari berturut-turut ini menjadi peristiwa yang sangat jarang terjadi di bursa saham Indonesia. Sebagai nahkoda pasar saham Tanah Air, kepemimpinan Iman Rachman dinilai krusial dalam menjaga stabilitas IHSG di tengah dinamika ekonomi global.
 
Namun, gejolak pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir mendorongnya untuk mengambil keputusan berat dengan mengundurkan diri dari jabatan yang telah diembannya sejak Juni 2022. (Bramcov Stivens Situmeang)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan