Ilustrasi sekolah. MI/Gino Hadi
Ilustrasi sekolah. MI/Gino Hadi

Penyebab Hepatitis Akut Belum Diketahui, Dokter Unair Sarankan Tetap Waspada

Pendidikan anak UNAIR Hepatitis Akut
Renatha Swasty • 12 Mei 2022 18:39
Jakarta: Penyakit hepatitis akut yang merebak ke berbagai negara termasuk Indonesia membawa kekhawatiran bagi banyak orang. Masyarakat mesti melakukan usaha ekstra mencegah penyebaran penyakit misterius ini karena penyebabnya belum diketahui.
 
Dokter Gastro-Hepatologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Bagus Setyoboedi menyarankan orang tua mewaspadai penyebaran penyakit ini. Dokter spesialis anak tersebut menuturkan secara umum terdapat tiga saluran penyebaran penyakit, yakni saluran cerna, pernapasan, dan kontak darah.
 
"Untuk itu sangat disarankan memakai protokol kesehatan, tidak jajan sembarangan, serta tidak berbagi alat makan yang sama,” kata Bagus dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan penyakit hepatitis akut menunjukkan proses peradangan di hati (hepatitis) yang belum diketahui penyebabnya. Bagus menuturkan tidak diketahuinya etiologi dari hepatitis ini menyebabkan banyak kesulitan, baik pencegahan, penanganan, hingga penanggulangan penyebaran.
 
Bagus menyebut hepatitis yang lazim ditemukan biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, obat/toksin, kondisi autoimun, dan kondisi sistemik.
 
“Semua penyebab yang diketahui pada hepatitis secara umum telah diteliti, namun penyebab dari hepatitis akut ini belum ditemukan,” kata Bagus dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Dia menjelaskan hepatitis pada anak yang diakibatkan virus biasanya menimbulkan gejala ringan hingga sedang. Gejala yang ditunjukkan sama dengan hepatitis pada umumnya.
 
"Namun, sebagian kasus unknown hepatitis ini cepat memberat dan berdampak pada kegagalan fungsi hati, hingga kematian,” kata Bagus.
 
Dia menuturkan gejala ringan yang tampak, seperti demam, mual, nyeri otot, muntah, diare, sakit perut dan demam, sebagian disertai gejala kuning. Hepatitis akut juga dapat menyebabkan gejala berat atau fulminan seperti gangguan pembekuan darah dan penurunan kesadaran.
 
Dia menyarankan langsung menuju dokter bila ditemukan gejala dari hepatitis yang sampai saat ini hanya ditemukan pada anak di bawah usia 16 tahun itu. Untuk meningkatkan keamanan, tenaga medis juga perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan single use medical equipment serta selalu menerapkan universal precaution.
 
“Kementerian kesehatan bersama organisasi profesi kedokteran sudah menyiapkankan tata laksana dan alur rujukan dari fasilitas kesehatan pertama hingga lanjutan,” papar dia.
 
Baca: Tak Mempan dengan Hand Sanitizer, Ini Langkah Pencegahan Hepatitis Akut
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif