2.700 SMK Jalin Kerja Sama dengan Industri
Sebanyak 80% lulusan SMK NU Banat sudah diserap di dunia industri, bahkan menjadi desainer dan memiliki brand sendiri, MI/Sumaryanto Bronto.
Jakarta:  Langkah pemerintah melakukan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus menunjukkan hasil positif. Saat ini 2.700 SMK telah menjalin kerja sama erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

"Pemerintah mengubah arah pengembangan SMK, dari supply driven menjadidemand drivensesuai dengan kebutuhan industri. Industrinya kita libatkan dalam penyusunan kurikulum dan proses pembelajaran," kata Muhadjir saat menyampaikan capaian kinerja Kemendikbud dalam Empat Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2018.


Pemerintah juga telah membangun rintisan SMK yang mendukung program prioritas nasional, di antaranya 239 SMK Kemaritiman, 279 SMK Pertanian, dan 136 SMK jurusan keahlian Pariwisata. 

Selama dua tahun terakhir, Kemendikbud terus mendorong hadirnyatechno park di SMK. Sebanyak 560 SMK telah berhasil merevitalisasi teaching factory-nya sehingga mampu menghasilkan produk-produk dengan standar industri.

Baca:  IPM Meningkat, Angka Putus Sekolah Turun

"Jadi bukan cuma menghasilkan mainan atau model saja, tetapi sudah banyak SMK yang bisa menghasilkan peralatan, yang sama kualitasnya dengan yang dihasilkan industri," kata Muhadjir. 

Dalam empat tahun terakhir, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, peningkatan IPM dari 68,9 di 2014, menjadi 70,81 di 2017.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id