Keempat pemuda ini adalah Ayu Kartika Dewi, Dina Novita Sari, Felippa Ann Amanta dan Gandrie Ramadhan Apriandito. Mereka ke Inggris selama sembilan hari.
Dina menuturkan, selama sembilan hari di Inggris, mereka dibawa berkeliling dari Cambridge hingga London. Mereka juga berkesempatan bertemu dengan para mantan pemimpin dunia, seperti mantan Ketua PBB, Kofi Annan dan Ban Ki Moon.
"Di sana kita dilatih mengenai kepemimpinan. Selama lima hari pertama kita ada di Cambridge. Latihan kita sangat intens, dari pagi hingga sore. Diajari teori, praktiknya juga think tank," ucap Gandrie, saat ditemui di kantor British Council, Jakarta, Rabu, 22 November 2017.
Gandrie menceritakan pada 23 Oktober, mereka pindah dari Cambridge ke London. Di sana para 'The Elders' telah berkumpul. The Elders ini merupakan kumpulan para mantan pemimpin dunia yang melanjutkan perjalanan Nelson Mandela dalam melakukan perdamaian dunia.
Ayu, yang juga merupakan co-founder SabangMerauke bahkan sempat memberikan pidatonya tentang toleransi dan perdamaian dunia di hadapan para pemimpin dunia tersebut usai melakukan kampanye #WalkTogether. SabangMerauke yang didirikan Ayu merupakan lembaga yang memberikan kesempatan untuk para pelajar Indonesia yang mau belajar bertoleransi.
Dalam kegiatan ini, para pemuda ini belajar bahwa tantangan itu tak ada batasnya dan harus dihadapi.
"Ketika kita melihat tantangan di dunia, efeknya akan langsung terasa secara global. Hal ini bisa menimbulkan migrasi jika global warning tak berkesudahan. Toleransi bisa berubah menjadi intoleransi dan untuk menyelesaikan tantangan global ini, kita harus bekerja sama," kata Felippa.
Para pemuda ini juga tahu, untuk menyelesaikan tantangan global, harus ada anak muda, sebagai generasi bangsa untuk maju. Ayu menuturkan, sebenarnya tantangan tersebut dirasakan di seluruh dunia.
"Kita hanya perlu terhubung dengan mereka yang ada di wilayah lain dan saling berbagi pengalaman. Dengan begitu kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi tantangan ini," imbuh Ayu.
Program Future Leaders Connect ini merupakan program yang digagas British Council dan dilakukan di 11 negara, salah satunya Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk membantu anak muda dalam mengembangkan potensi diri untuk melakukan kontribusi di negaranya di berbagai bidang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News