Demoralisasi Oknum dan Orang Tua Murid di Balik SKTM
Penundaan pengumuman hasil seleksi PPDB SMA/SMK di Jateng karena verifikasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) masih berlangsung. (Foto: MI/Akhmad Safuan)
Jakarta: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai aturan banyak ditemukan digunakan untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah sekolah negeri di Jawa Tengah.

Demi agar anak diterima di sekolah yang diinginkan, sejumlah orangtua 'memalsukan' status ekonominya menjadi tiba-tiba miskin padahal faktanya tidak demikian.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduga kasus pemalsuan SKTM yang banyak terjadi di wilayahnya tak lepas dari demoralisasi orangtua calon siswa dan oknum guru.

"Ketika moralitas kita (guru) bagus, orangtua juga punya niatan baik, mentalnya baik, tidak perlu menggunakan data palsu sehingga siswa mendapatkan haknya dan tak perlu jadi soal seperti ini," ujarnya melalui sambungan Skype, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 13 Juli 2018.

Ganjar mengaku setuju dengan kuota 20 persen siswa dari total PPDB di satu sekolah diisi oleh anak-anak tak mampu. Sistem ini memberi ruang lebih banyak pada anak dari keluarga tak mampu untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang setara.

Namun jika dari sisi syarat ketidakmampuan yang bisa ditunjukkan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), penerima Program Keluarga Harapan (PKH), atau SKTM justru menimbulkan masalah, perlu dibuat pola baru sebagai penyaring.

"(Misalnya) perlu batasan, kalau minimum 20 persen maksimumnya harus ditentukan oleh kepala daerah. Jadi daerah yang kondisinya memang miskin bisa terima lebih banyak, kalau enggak ya enggak. Ini bisa jadi cara," kata dia.

Cara lain, kata Ganjar, calon siswa yang mendaftar PPDB dengan SKTM namun tak benar-benar 'miskin' dibuatkan pola seleksi yang berbeda.

Mereka yang mendaftar dengan SKTM akan bersaing dengan pendaftar yang juga menyertakan SKTM. Sementara calon siswa berprestasi disandingkan dengan yang juga berprestasi. 

"Sehingga orangtua calon siswa tidak merasa kalah dengan pendaftar yang menggunakan SKTM," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id