Multi Metode Pembelajaran Cetak Siswa Gemilang
Suasana kegiatan luar kelas di Sukma Bangsa (SBB) Pidie. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Pidie:"Didiklah anak sesuai dengan zamannya".  Prinsip itulah yang dipegang betul oleh Sekolah Sukma Bangsa dalam mendidik siswanya, agar menjadi generasi yang gemilang dan mampu menaklukkan tantangan zaman.
 
Di sekolah ini, guru tidak lagi hanya berdiri menerangkan di muka kelas, sementara siswa diam dan mendengarkan. Tapi, model pembelajaran seperti ceramah, latihan, tanya jawab, karyawisata, demonstrasi, sosiodrama, bermain peran, diskusi, dan eksperimenlah yang akan banyak ditemukan di Sekolah Sukma Bangsa.

Ya, Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie memiliki caranya sendiri dalam mendidik siswa. Guru SSB menerapkan sistem yang diberi nama Multi Metode Pembelajaran.


Sebuah sistem yang menawarkan lebih banyak alternatif metode pembelajaran, agar dapat memenuhi kebutuhan dan karakter belajar siswa yang kian kompleks.

"Kita memfokuskan pada kebutuhan anak, tidak mengajar dengan 1-2 metode saja, tapi menerapkan banyak sekali metode. Karena kita tahu bahwa cara belajar setiap anak itu berbeda," ungkap salah satu guru SSB Pidie, Muazzah, di Gampoeng Pineueng, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Dalam prosesnya, guru diberi keleluasaan memilih metode dalam aktivitas pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Ada beberapa metode yang digunakan yakni ceramah, latihan, tanya jawab, karyawisata, demonstrasi, sosiodrama, bermain peran, diskusi, eksperimen, dan lain-lain.

"Kami menerapkan (metode pembelajaran) yang berpusat pada siswa. Jadi guru di sini hanya sebagai fasilitator. Kami memfasilitasi semua anak untuk lebih aktif di kelas, kreatif serta mampu berpikir kritis," jelas Muazzah.

Soal sistem pendidikan, SSB Pidie sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K-13).  Sekolah yang berdiri sejak 14 Juli 2006 itu juga selalu aktif mengikuti perkembangan kurikulum nasional.  Termasuk menerapkan kurikulum berbasis karakter, sebagai kurikulum teranyar yang diterapkan pada sistem pendidikan di Tanah Air.

Muazzah menjelaskan, SSB Pidie juga sudah menerapkan sistem full day school (FDS). Namun demikian, proses penerapan FDS di SSB Pidie sedikit berbeda, karena kegiatan belajar mengajar tetap digelar pada Senin hingga Sabtu.

Pada Senin sampai dengan Kamis, siswa di SSB Pidie belajar dari pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Sementara pada Jumat dari pukul 08.00-11.30 WIB. Sedangkan Sabtu dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB.

"Kita juga adaEnglish day di hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu yang bersifat wajib bagi guru, dan imbauan bagi seluruh siswa. Dengan mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka, harapannya mampu menciptakan english environmentdi seluruh lingkungan sekolah," kata Direktur SSB Pidie Marthunis Bukhari menambahkan.

Dengan metode, sistem, dan proses kegiatan belajar mengajar yang diterapkan, SSB berhasil menciptakan siswa-siswi gemilang. Beberapa prestasi ditorehkan para siswa, baik akademik maupun non akademik di bidang ekstrakurikuler.

Pada bidang akademik misalnya, siswa SSB mewakili Aceh dalam Olimpiade Bahasa Indonesia di tingkat nasional. Sementara di bidang ekstrakurikuler, siswa-siswi SSB meraih juara 1 lomba tari tingkat provinsi dan juara 1 lomba musik tradisional di tingkat yang sama.

"Agenda lomba terdekat, saat ini anak-anak sedang mempersiapkan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FSL2N), merupakan olimpiade seni tingkat nasional dari pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Meskipun libur mereka tetap ke sekolah untuk mempersiapkannya" beber Marthunis.

 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id