Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Lanjutkan Competitive Fund Vokasi, Kemendikbudristek Siapkan Program Baru

Ilham Pratama Putra • 05 April 2022 13:24
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali melanjutkan Program Competitive Fund Vokasi. Program ini merupakan dorongan pembentukan SMK D2 fast track dan upgrading program studi Perguruan Tinggi Vokasi D3 menjadi D4 atau sarjana terapan.
 
"Untuk tahun ini kami akan merilis soft launching D2 fast track dan upgrading D3 ke sarjana terapan," kata Dirjen Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, dalam Soft Launching Competitive Fund Vokasi 2022 secara daring, Selasa, 5 April 2022.
 
Wikan menjelaskan tahun ini program akan berjalan dengan dua skema yang dibagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok penyiapan yang ditujukan ke SMK maupun PT Vokasi D3 yang ingin melakukan pengembangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terus ada kelompok penguatan. Ini yang baru di tahun ini. Jadi, ini berjalan untuk prodi-prodi yang sudah memulai pada 2021 kita tawarkan untuk penguatan," papar Wikan.
 
Dia menyebut pada dua skema tersebut pihaknya terus mendorong capaian delapan indikator kinerja utama, link and match, serta implementasi project based learning. Wikan menyampaikan prodi yang mengajukan proses competitive fund akan diseleksi lewat proposal yang dikirimkan.
 
Prodi yang proposalnya lolos akan diberikan bantuan dana untuk menjalankan program transformasi D2 fast track maupun upgrading D3 menjadi sarjana terapan. "Kami juga membantu agar lolos dengan memberikan bimbingan teknisnya (bimtek) nanti," kata wikan.
 
Wikan mengungkapkan pada 2021 sekitar 271 perguruan tinggi vokasi mengajukan proposal dan 167 menerima bantuan program. Sementara itu, 64 SMK sedang menjalankan program D2 fast track.
 
"Untuk tahun ini, kalau melihat animo tahun lalu, saya optimistis tahun ini (jumlahnya) lebih banyak lagi. Karena sampai saat ini banyak Rektor yang meminta bimtek khusus dan hampir semuanya memutuskan meng-upgrade D3 menjadi sarjana terapan,” tutur Wikan.
 
Baca: Kemendikbudristek Bakal Kirim Mahasiswa Vokasi ke Luar Negeri Lewat Progam IIVOSMA
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif