Ilustrasi ITS. DOK ITS
Ilustrasi ITS. DOK ITS

ITS Berkontribusi Lancarkan KTT G20 2022 Lewat Bus Listrik

Renatha Swasty • 24 Mei 2022 18:48
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani kontrak proposal matching fund untuk pengembangan dan pembuatan Bus Listrik Merah Putih. Penandatangan kontrak ini merupakan bentuk kontribusi ITS dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) demi melancarkan kegiatan Presidensi KTT G20 2022. 
 
Penandatanganan kontrak ini dihadiri langsung Rektor ITS Mochamad Ashari dan Plt Sekretaris Ditjen Dikti Tjitjik Sri Tjahjandarie. Turut hadir mendampingi Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju, Wakil Rektor II ITS Mas Agus Mardiyanto, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati, serta Koordinator peneliti Bus Listrik Merah Putih Muhammad Nur Yuniarto. 
 
Nur memaparkan latar belakang pembuatan bus listrik ini ialah untuk menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Pembuatan bus listrik yang berjalan sejak Februari 2022 ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan pembuatan bus listrik ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari bus listrik buatan PT INKA, Inobus. Dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini menuturkan Inobus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih rendah yakni 30 persen. 
 
“Sehingga membutuhkan bantuan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan TKDN tersebut menjadi 60 persen,” ujar dia.
 
Adapun perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium Pembuatan dan Pengembangan Bus Listrik Merah Putih ini, yakni ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. 
 
“Peran perguruan tinggi ini untuk meningkatkan TKDN, yakni mulai dari membuat desain hingga membuat komponen sparepart,” kata Nur. 
 
Dosen asal Purworejo ini menuturkan pengembangan Bus Listrik Merah Putih akan terus dilakukan setelah digunakan untuk KTT G20. Bus-bus ini akan digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia. 
 
“Setelah digunakan di KTT G20, bus listrik ini akan mulai digunakan di kota Surabaya dan Bandung,” ungkap dia. 
 
Sementara itu, Rektor ITS Ashari berharap dengan berkontribusi dalam pembuatan dan pengembangan Bus Listrik Merah Putih ini dapat dijadikan momentum agar karya buatan anak-anak dalam negeri bisa bersaing dengan mobil listrik buatan luar negeri. 
 
“Semoga proyek ini diberi kelancaran dan dapat berkelanjutan hingga masa mendatang,” tutur Ashari.
 
Baca: Sambut G20, INKA Libatkan Mahasiswa Produksi Bus Listrik Merah Putih
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif