Setiyo Budi Riyanto meraih gelar Doktor di UGM. DOK UGM
Setiyo Budi Riyanto meraih gelar Doktor di UGM. DOK UGM

Kaji Callisto Eye Operasi Katarak, Setiyo Budi Riyanto Raih Gelar Doktor di UGM

Renatha Swasty • 24 Mei 2022 13:48
Jakarta: Mahasiswa program doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) Setiyo Budi Riyanto SpM(K) berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Gelar tersebut diraih setelah mempertahankan disertasi berjudul Akurasi dan Efektivitas Penentuan Aksi Iol Torik pada Meridian Kornea Antara Metode Manual Biomikroskopi Slit Lamp Terhadap Callisto Eye® Image Guided System Pada Operasi Katarak Dengan Teknik Fakoemulsifikasi. 
 
Dokter mata di JEC Eye Hospitals & Clinics, Jakarta ini menyampaikan katarak masih menjadi masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Tanah Air. 
 
Kebutaan jenis ini dapat ditekan melalui operasi ekstraksi lensa katarak dan implantasi lensa intraokular (IOL). Sejak 2014, Callisto Eye® telah banyak digunakan di negara-negara Eropa sebagai pemandu pada saat operasi katarak dan penyelarasan pada implantasi IOL torik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Callisto Eye® mengkombinasikan biometri dan digital dalam memberikan gambaran yang akurat dan operasi yang aman bagi pasien. Namun, biaya tergolong tinggi.
 
“Untuk mengatasi kendala biaya Callisto Eye®, pengukuran secara manual juga dapat dilakukan,” kata Setiyo dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 24 Mei 2022. 
 
Dia menjelaskan untuk menentukan rumus perbandingan antara slit lamp dan Callisto Eye® yang tepat dan akurat diperlukan perbandingan antara kedua metode. Apabila rumus ini telah ditentukan maka penggunaan slit lamp diperkirakan mampu menentukan penentuan aksis astigmatisme untuk pemasangan IOL torik dengan ketepatan yang akurat. 
 
Setiyo melakukan studi untuk menentukan akurasi dan efektivitas penentuan kesejajaran aksis IOL torik pada meridian kornea dengan menggunakan biomikroskop slit lamp dan Callisto Eye®.
 
Dari hasil penelitian, aksi pada implantasi IOL torik dengan menggunakan metode image guided system Callisto Eye® dan manual slit lamp diuji adalah akurat. Lalu, penglihatan tanpa koreksi pasca operasi katarak dan astigmatisme pada image guided system Callisto Eye® lebih baik dibandingkan dengan slit lamp manual.
 
Temuan lain menunjukkan adanya perbedaan luaran dan pengukuran kesejajaran aksi antara metode slit lamp manual dibandingkan dengan metode image guided system Callisto Eye®. Sementara itu, tidak ada faktor-faktor yang memengaruhi luaran pemasangan IOL torik antara image guided system Callisto Eye® dan manual slit lamp.
 
Baca: Teliti Osteoarthritis di Indonesia, Nicolaas C Budhiparama Raih Gelar Doktor di UGM
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif