Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dari Telkom University Suyanto. DOK IPB
Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dari Telkom University Suyanto. DOK IPB

Saran untuk Yang Mau Ciptakan Algoritma: Isi Kepala Sebanyak Mungkin dan Jangan Sok Pintar

Renatha Swasty • 29 September 2022 12:09
Jakarta: Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dari Telkom University Suyanto dalam setahun sudah membaca lebih dari 18.000 jurnal ilmiah. Dia juga menelusuri hampir semua bentuk algoritma sehingga merasa cukup percaya diri menciptakan algoritma baru.
 
Dia telah menyusun berbagai teori sejak usianya 14 tahun berkat belajar terkait teori peluang dari guru matematikanya. Memandang kekacauan sebagai sebuah keteraturan. Dia menilai hampir seluruh permasalahan di dunia sebagai sebuah keteraturan yang tersembunyi.
 
“Bila kita bisa memahaminya dengan benar, maka kita bisa mempelajari kebetulan-kebetulan itu menjadi sebuah kepastian,” kata Suyatno dalam Computational Intelligence and Optimization (CIO) Talk bertema “Mengkreasi Algoritma Optimasi Mematahkan Kutukan Dimensi” yang diselenggarakan Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 29 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suyatno memiliki h-index Scopus 14. Namanya masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh yang diterbitkan Stanford University dan Elsevier BV pada Oktober 2021.
 
Selain itu, Suyanto telah mendaftarkan 8 paten, mendapatkan 22 hak cipta, dan menerbitkan 10 buku ajar yang semuanya berkaitan dengan bidang Artificial Intelligence.
 
Suyatno menyebut dalam menciptakan algoritma penting untuk menemukan novelty. Dia menyebut dua hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan novelty, ialah mengisi kepala dengan pengetahuan sebanyak mungkin. Lalu, mengosongkan perasaan dari rasa paling pintar dan paling benar.
 
“Ketika sudah bisa menemukan novelty, kita dapat mudah menemukan solusi dari berbagai hal, termasuk hal yang dianggap remeh," ujar dia.
 
Dia telah mendesain algoritma dan menjadi terobosan besar di dunia AI karena dapat memecahkan ribuan dimensi, melompat jauh dari algoritma yang pernah ada. Suyatno menciptakan Komodo Mlipir Algorithm (KMA), sebuah algoritma baru, termasuk ke dalam kelompok metode optimasi metaheuristik yang dikenal sebagai Swarm Intelligence (SI).
 
Suyatno menyebut berbagai algoritma optimasi metaheuristik yang ada saat ini umumnya hanya mampu menyelesaikan masalah berdimensi rendah. Algoritma ciptaannya dapat menyelesaikan ribuan hingga miliaran dimensi.
 
Penyelesaian tanpa memerlukan sumber daya komputer yang besar dan waktu lama. Algoritma ini berpotensi besar diterapkan di berbagai bidang untuk menjawab permasalahan komputasi berdasarkan optimasi.
 
Suyatno menyebut inspirasi pengembangan algoritma ini didapatkan dari keluarganya sendiri. Pemecahan masalah komputasi yang begitu rumit dapat ia pecahkan dari hasil observasi di sekitar.
 
Baca juga: Generasi Digital, Yuk Kenali Apa Saja Fungsi Algoritma

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif