Pengenalan Lingkungan Sekolah

Mendikbud: Tidak Boleh Ada Perpeloncoan

Citra Larasati 16 Juli 2018 09:03 WIB
Pengenalan Lingkungan Sekolah
Mendikbud: Tidak Boleh Ada Perpeloncoan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:  Pelaksanaan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah harus mematuhi aturan baru yang merujuk pada Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru.  Selain menegaskan adanya penghapusan dengan tegas Masa Orientasi Siswa (MOS) yang kerap diwarnai tindakan perpeloncoan, permendikbud ini juga menegaskan sejumlah aturan baru yang harus dipatuhi sekolah.

Dalam Permendikbud tersebut diatur bahwa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.  "PLS tidak boleh ada perpeloncoan, bullying, dan hanya boleh dilaksanakan pada hari sekolah, serta jam pelajaran," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.


Permendikbud tentang PLS bagi siswa baru itu, juga didukung oleh Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.   Di mana keduanya bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan, maupun dalam kegiatan sekolah di luar lingkungan satuan pendidikan.

"Untuk sekolah berasrama diperbolehkan menyesuaikan jangka waktu yang diperlukan dengan terlebih dahulu melapor pada Dinas Pendidikan setempat," ungkap Muhadjir.

Seperti diketahui, hari ini, Senin, 16 Juli 2018 merupakan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2018/2019, bagi siswa di seluruh jenjang pendidikan, setelah sekian pekan para siswa menjalani libur Idulfitri dan libur sekolah.

Mendikbud juga meminta orangtua dan sekolah bekerjasama dalam memastikan siswa mengenal lingkungan sekolah dengan baik.  Di antaranya, sekolah harus mengenali potensi diri siswa baru, salah satunya dapat dilakukan melalui formulir profil siswa.  Formulir terdiri dari identitas riwayat kesehatan potensi, atau bakat, sifat dan perilaku siswa.

Lalu, berikan motivasi semangat dan cara belajar efektif untuk siswa, agar dapat berdampak pada tumbuhnya perilaku positif, jujur, mandiri, menghargai, disiplin, hidup bersih dan sehat.  Kemudian, kata Muhadjir, sekolah harus membantu siswa beradaptasi dengan aspek keamanan fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.

"Kembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya," terangnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini juga menegaskan, bahwa kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dalam  pengenalan lingkungan sekolah.   Sekolah wajib menyampaikan perencanaan kegiatan kepada orangtua pada saat lapor diri.

"Sebagai siswa baru, laporkan evaluasi pelaksanaan secara tertulis maupun dalam pertemuan orangtua paling lambat 7 hari setelah pengenalan lingkungan sekolah," tegas Muhadjir.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id