Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. DOK The Straits Times
Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. DOK The Straits Times

Momen Unik Menteri Pendidikan Singapura Bagikan Soal PSLE di Parlemen, Tepis Mitos Kesulitan Ujian

Renatha Swasty • 11 Maret 2026 11:07
Ringkasnya gini..
  • Ujian PSLE sering kali menjadi momok menakutkan bagi siswa dan sumber kecemasan besar bagi para orang tua di Singapura.
  • Lee menjelaskan soal-soal matematika yang terlihat kompleks sebenarnya dirancang secara berjenjang atau berstruktur.
  • PSLE tetap menjadi alat evaluasi yang sehat untuk mengukur kesiapan siswa ke jenjang berikutnya.
Jakarta: Momen tidak biasa terjadi di dalam Gedung Parlemen Singapura pada Senin, 3 Maret 2026. Di tengah debat anggaran Kementerian Pendidikan atau Minister of Education (MOE), Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, memberikan kejutan kepada para anggota parlemen atau Member of Parliament (MP). 
 
Desmon Lee membagikan lembar soal matematika tingkat sekolah dasar yang berasal dari ujian Primary School Leaving Examination (PSLE). Aksi unik ini diambil bukan tanpa alasan. 
Selama bertahun-tahun, ujian PSLE sering kali menjadi momok menakutkan bagi siswa dan sumber kecemasan besar bagi para orang tua di Singapura. 
 
Keluhan mengenai soal-soal yang dianggap mustahil untuk dipecahkan sering kali viral di media sosial. Melalui demonstrasi ini, Lee ingin membongkar persepsi tersebut dan menjelaskan filosofi di balik perancangan soal ujian nasional.

Sambil memegang lembar soal yang juga dibagikan kepada para anggota parlemen, Lee menjelaskan soal-soal matematika yang terlihat kompleks sebenarnya dirancang secara berjenjang atau berstruktur. 
 
Bagian awal soal seperti bagian ‘a’ sengaja dibuat lebih sederhana untuk membangun kepercayaan diri siswa dan memberikan peta jalan berpikir.
 
"Tujuannya adalah untuk membimbing siswa. Jika mereka berhasil mengerjakan bagian pertama, mereka tidak hanya mendapatkan poin, tetapi juga memperoleh petunjuk logis untuk menyelesaikan bagian akhir yang lebih menantang," jelas Lee dikutip dari The Straits Times, Rabu, 11 Maret 2026.
Lee menekankan sistem ini adil karena tetap memberikan penghargaan berupa skor bagi siswa yang mampu memahami konsep dasar. Meskipun, mereka belum bisa menyelesaikan seluruh soal hingga tuntas.
 
Ruang sidang yang biasanya kaku seketika berubah riuh saat para anggota parlemen menerima lembaran soal tersebut. Beberapa anggota parlemen tampak tersenyum kecut sambil mengamati kerumitan soal, sementara yang lain terlihat serius mencoba mencerna logika di baliknya. 
 
Momen ini secara tidak langsung menunjukkan beban mental yang dihadapi anak-anak berusia 12 tahun di Singapura setiap tahunnya.
 
Menteri Lee menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan fokus pendidikan Singapura kini bergeser dari sekadar menghafal rumus menuju kemampuan pemecahan masalah secara kritis. MOE berkomitmen memastikan PSLE tetap menjadi alat evaluasi yang sehat untuk mengukur kesiapan siswa ke jenjang berikutnya, tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mental mereka.
 
Melalui aksi membagikan soal ini, pemerintah Singapura berusaha menciptakan transparansi dan kepercayaan publik. Mereka meyakinkan para orang tua bahwa setiap soal ujian telah melalui proses penilaian ketat untuk menguji kemampuan berpikir, bukan untuk menjatuhkan semangat belajar siswa. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan