Sekolah terdampak banjir Sumatra kembali tatap muka. Foto: BKHM
Sekolah terdampak banjir Sumatra kembali tatap muka. Foto: BKHM

Sekolah Terdampak Bencana Banjir Sumatra Siap Belajar Tatap Muka Lagi

Citra Larasati • 28 Maret 2026 11:42
Ringkasnya gini..
  • Sekolah terdampak di lokasi bencana banjir Sumatra kini sudah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.
  • Setelah sebelumnya para siswa terdampak bencana melaksanakan pembelajaran di tenda darurat pada Desember 2025.
  • Sekolah juga telah menerapkan pembelajaran adaptif dengan menyesuaikan kurikulum secara mandiri.
Jakarta: Sekolah terdampak di lokasi bencana banjir Sumatra kini sudah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Setelah sebelumnya para siswa terdampak bencana melaksanakan pembelajaran di tenda darurat pada Desember 2025.
 
Kesiapan satuan pendidikan dalam melanjutkan pembelajaran pascabencana di wilayah Sumatra menunjukkan perkembangan yang positif. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan menjadi fondasi utama dalam memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat segera pulih dan berjalan kembali secara optimal, melalui dukungan fasilitas darurat, pemulihan infrastruktur, serta pendampingan bagi guru dan siswa.
 
Satuan pendidikan di wilayah terdampak memperlihatkan kesiapan adaptif dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai langkah cepat dilakukan, mulai dari penyelenggaraan pembelajaran di ruang sementara hingga penyesuaian metode belajar, guna memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SD Negeri 158498 Aek Tolang, Sumatra Utara, Hayati, memastikan pembelajaran telah kembali berjalan normal sejak Januari 2026. “Sekolah kami sempat melaksanakan pembelajaran di tenda darurat pada bulan Desember 2025. Namun sejak Januari 2026, KBM sudah berjalan seperti biasanya di sekolah,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.
 
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga telah menerapkan pembelajaran adaptif dengan menyesuaikan kurikulum secara mandiri. Asesmen juga dilakukan secara sederhana dan fleksibel, mengacu pada petunjuk teknis pembelajaran untuk satuan pendidikan terdampak bencana yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
 
Selain kesiapan dari sisi pembelajaran, dukungan pemerintah turut memperkuat proses pemulihan. “Bantuan pemerintah berupa uang tunai untuk kebersihan lingkungan sekolah, dan juga untuk kebutuhan siswa seperti seragam sekolah,” ungkap Hayati.
 
SDN 158498 Aek Tolang juga menerima dukungan lanjutan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan berupa pembangunan dua ruang kelas baru, toilet, serta penataan lingkungan sekolah, yang semakin menunjang kesiapan pembelajaran secara berkelanjutan.
 
Di Sumatra Barat, kesiapan pembelajaran juga ditunjukkan oleh SMAN 1 Batang Anai. Kepala SMAN 1 Batang Anai, Zulbaidah menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi pascabencana.
 
Sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) saat ini menempati Asrama Haji Kabupaten Padang Pariaman, sementara sebagian lainnya belajar di tenda darurat yang difasilitasi oleh Kemendikdasmen.
 
Dalam proses pembelajaran, sekolah melakukan penyesuaian dengan mengurangi durasi waktu belajar serta memfokuskan pada materi esensial. Zulbaidah mengungkapkan, SMAN 1 Batang Anai mengacu pada buku panduan pembelajaran dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikdasmen sebagai pedoman utama.
 
Sekolah Terdampak Bencana Banjir Sumatra Siap Belajar Tatap Muka Lagi
Sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut kembali ke sekolah pascabencana banjir. Foto: BKHM
 
Kesiapan ini juga diperkuat melalui berbagai dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, mulai dari bantuan biaya normalisasi, distribusi bantuan bagi siswa, layanan trauma healing untuk guru dan siswa, hingga penyediaan tenda sebagai ruang belajar darurat. Pemerintah daerah turut mendukung melalui normalisasi dengan bantuan alat berat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta fasilitasi lokasi pembelajaran sementara.
 
Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun. “Pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan dalam situasi bencana sekalipun. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat memastikan anak-anak kita tetap belajar dengan aman, nyaman, dan bermakna. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memulihkan fasilitas, tetapi juga memulihkan harapan dan semangat belajar peserta didik,” ujarnya.
 
Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan ini menjadi kunci dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi bencana, sekaligus menjaga keberlangsungan proses belajar peserta didik. 
 
Baca juga:  Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, 288 Ribu Papan Interaktif Digital Dikirim hingga Wilayah 3T

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan