Capaian ini ditopang oleh performa unggul pada sejumlah indikator penilaian dengan overall score 76.1. Rinciannya, Employer Reputation sebesar 49.1, H-index 92.1, Citations per Paper 94.5, dan Academic Reputation 75.
Prestasi ini sekaligus menandai lonjakan signifikan UIN Jakarta di kancah global. Pada QS World University Rankings by Subject 2025, UIN Jakarta masih berada pada peringkat 101–150 dunia, dan pada edisi 2024 berada pada rentang 101–140 dunia dalam bidang Theology, Divinity & Religious Studies.
Kenaikan ke peringkat 29 dunia pada 2026 menunjukkan akselerasi kualitas akademik dan riset yang semakin kuat dan berdaya saing internasional. Melalui capaian ini, UIN Jakarta berhasil menempati posisi lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi ternama dunia, seperti Fordham University (30), University of Birmingham (31), Université catholique de Louvain (32), University of Aberdeen (33), Pontificia Universidad Católica de Chile (34), The Catholic University of America (35), hingga Al-Azhar University (36).
Di tingkat nasional, sejumlah perguruan tinggi Indonesia juga masuk dalam pemeringkatan ini, di antaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (37), Universitas Gadjah Mada (45), Universitas Islam Indonesia (101–150), serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (101–150).
Berikut 10 besar dunia pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies secara berurutan:
- University of Notre Dame
- University of Oxford
- Harvard University
- Durham University
- Boston College
- University of Chicago
- University of Cambridge
- KU Leuven
- Duke University
- Yale University
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyampaikan capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun tradisi akademik yang kuat, baik di bidang studi keagamaan maupun disiplin ilmu lainnya.
“Capaian ini adalah buah dari kolaborasi dan dedikasi sivitas akademika UIN Jakarta dalam membangun tradisi akademik yang kokoh dan berdaya saing global,” ujar dia.
Asep berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sekaligus mendorong UIN Jakarta masuk dalam pemeringkatan pada berbagai bidang lainnya. Namun, dia menegaskan capaian ini juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat tradisi akademik.
“Ini bukan hanya capaian, tetapi juga tanggung jawab kita untuk terus meningkatkan kualitas dan memperkuat tradisi akademik di UIN Jakarta,” tegas dia.
Asep juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas dukungan yang terus diberikan, khususnya melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Agama RI yang senantiasa mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama UIN Jakarta,” ujar dia.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron Syamsuddin, menilai capaian ini merupakan indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Sebanyak tiga PTKIN berhasil menembus peringkat dunia, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (29), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (37), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (130).
“Di tengah ketatnya persaingan global, hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia bahkan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada bidang studi tertentu,” ujar Sahiron.
Dia mengatakan capaian ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan.
“Prestasi ini layak kita rayakan bersama, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing PTKIN di kancah internasional,” ujar dia.
Sahiron berharap keberhasilan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News