UIN Jakarta. Foto: UIN Jakarta
UIN Jakarta. Foto: UIN Jakarta

PTKIN Naik Daun! Kampus Islam Negeri Makin Diminati Gen Z , Ini Alasannya

Citra Larasati • 05 Februari 2026 18:23
Ringkasnya gini..
  • PTKIN menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.
  • Menurut data Kemenag, PTKIN makin digemari Generasi Z.
  • Citra PTKIN yang semakin inklusif dan progresif juga menjadi alasan kuat bagi generasi muda.
Jakarta:  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan tren yang semakin menguat, yakni kian diminati oleh generasi Z di tengah semakin ketatnya persaingan perguruan tinggi di Indonesia. Fenomena ini tercermin jelas dalam pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN 2026, yang sejak tahap awal telah menunjukkan antusiasme tinggi dari sekolah dan calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
 
Kondisi ini menandai pergeseran cara pandang generasi muda terhadap pendidikan tinggi tidak lagi semata mengejar gelar, tetapi juga nilai, identitas, dan relevansi masa depan.  Generasi Z dikenal sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital, kritis terhadap isu sosial, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap nilai spiritual dan keberlanjutan.
 
Dalam konteks inilah PTKIN menemukan momentumnya. Kampus Islam negeri kini dipandang mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan pendidikan berkualitas sekaligus bermakna. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Agama yang menegaskan bahwa PTKIN hadir sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keilmuan modern dengan nilai keislaman moderat.

“PTKIN tidak hanya mengajarkan ilmu keagamaan, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai Islam yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag dalam keterangan resminya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
 
Daya tarik PTKIN semakin kuat karena transformasi program studinya. Saat ini, PTKIN tidak lagi identik dengan studi agama semata.
 
Berbagai program studi seperti ekonomi syariah, teknologi informasi, psikologi, komunikasi dan penyiaran Islam, hingga bisnis digital berbasis nilai Islam terus berkembang dan diminati. Bagi Generasi Z, kombinasi antara kompetensi profesional dan landasan moral ini menjadi nilai tambah yang signifikan.
 
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa PTKIN pada tahun akademik 2026 memiliki 1.345 program studi yang tersebar di 58 PTKIN dan 1 perguruan tinggi negeri, dengan total daya tampung mencapai 186.889 mahasiswa.  Minat tersebut semakin terlihat melalui jalur SPAN-PTKIN 2026, yang menjadi pintu masuk favorit bagi siswa berprestasi.
 
Jalur ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk masuk PTKIN tanpa ujian tertulis dan tanpa biaya pendaftaran, karena seluruh proses seleksi dibiayai oleh pemerintah. Kementerian Agama menyebutkan bahwa minimal 20 persen dari total daya tampung nasional dialokasikan untuk jalur SPAN-PTKIN, atau sekitar 70 ribu kursi, sebagai bentuk komitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi yang adil dan inklusif.
 
Dalam keterangan resminya, Kemenag menegaskan, “SPAN-PTKIN dirancang untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa berprestasi dari seluruh Indonesia agar dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas.”
 
Selain faktor akses, peningkatan kualitas akademik PTKIN juga turut memengaruhi kepercayaan Generasi Z. Pada pelaksanaan SPAN-PTKIN tahun sebelumnya, tercatat lebih dari 100 ribu calon mahasiswa berprestasi mendaftar melalui jalur ini, dengan sejumlah PTKIN besar menjadi kampus favorit nasional.
 
Media nasional mencatat bahwa meningkatnya jumlah pendaftar ini menunjukkan PTKIN semakin kompetitif dan dipercaya publik sebagai kampus dengan mutu akademik yang kuat dan prospek lulusan yang jelas.
 
Citra PTKIN yang semakin inklusif dan progresif juga menjadi alasan kuat bagi generasi muda. Lingkungan kampus yang moderat, terbuka terhadap keberagaman, serta mendorong dialog dan inovasi membuat PTKIN terasa aman dan relevan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Kementerian Agama bahkan menegaskan bahwa PMB PTKIN 2026 mengusung semangat pendidikan Islam yang ramah, moderat, dan inklusif, termasuk bagi kelompok difabel dan masyarakat dari wilayah tertinggal.
 
Tak kalah penting, transformasi digital PTKIN turut memperkuat kedekatan kampus dengan dunia Generasi Z. Kehadiran PTKIN di media sosial, konten kreatif kampus, serta figur dosen dan mahasiswa yang aktif di ruang digital membuat PTKIN tidak lagi dipandang sebagai “menara gading”, melainkan ruang tumbuh yang dinamis dan kontekstual.
 
Hal ini sejalan dengan karakter Generasi Z yang menghargai keaslian, keterbukaan, dan dampak sosial nyata. Pada akhirnya, meningkatnya minat Generasi Z terhadap PTKIN merupakan sinyal positif bagi masa depan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. PTKIN kini tidak hanya diposisikan sebagai kampus berbasis keagamaan, tetapi sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kesiapan menghadapi tantangan global.
 
Dengan dukungan data, akses yang adil melalui SPAN-PTKIN 2026, serta kualitas akademik yang terus meningkat, PTKIN semakin dipercaya sebagai pilihan strategis Generasi Z dalam menata masa depan yang cerdas dan bermakna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan