Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Bakal Kembali, Bisa Rasakan Kuliah Beda Pulau

Renatha Swasty • 24 Maret 2022 11:05
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi memastikan akan melanjutkan penyelenggaraan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022  (PMM 2) pada semester ganjil. PMM 2 merupakan program unggulan dari Ditjen Diktiristek untuk mahasiswa agar dapat menggunakan hak belajar di luar program studi dan perguruan tinggi asal.
 
“Elemen kunci yang dibawa dalam penyelenggaraan PMM 2 selain pertukaran mahasiswa dari satu pulau ke pulau lainnya. Program ini juga mengeksplorasi keragaman Indonesia melalui Modul Nusantara,” ujar Dirjen Diktiristek, Nizam, dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 Maret 2022.
 
Nizam menjelaskan tujuan Program PMM 2 ialah untuk meningkatkan kemampuan perguruan tinggi mengelola program pertukaran mahasiswa. Serta menjadi stimulus bagi munculnya gagasan internalisasi dan pengembangan tata kelola program serupa atau pengembangannya dan meningkatkan kerja sama lintas perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Program PMM 2 diharapkan mampu memberi kesempatan bagi mahasiswa menyegarkan dan menguatkan sudut pandang mereka agar lebih menghormati dan merayakan keberagaman Indonesia sebagai salah satu keunggulan pemersatu bangsa dan negara. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat memperluas dan memperdalam pengetahuannya dalam bidang akademik.
 
Nizam  menyebut Program PMM 2 memiliki ciri khas baru dalam menciptakan ruang jumpa dinamis antara mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi melalui kegiatan akademik dan non-akademik tentang  keberagaman budaya wilayah setempat. Bahkan, Program PMM 2 akan memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah di perguruan tinggi yang berbeda lokasi, di luar tempat tinggalnya dan domisili kampus asalnya.
 
Selain itu, Program PMM 2 menjalankan kegiatan Modul Nusantara sebagai salah satu karakter khusus. Modul Nusantara mencakup aktivitas eksplorasi keanekaragaman budaya, agama, dan sejarah di kawasan perguruan tinggi (Kebinekaan), menggali inspirasi dari figur-figur inspirasi daerah (Inspirasi). Kemudian, melakukan refleksi bersama melalui diskusi, talk show, dokumentasi, dan tulisan (Refleksi), serta menginisiasi kegiatan sosial bagi masyarakat (Kontribusi Sosial) melalui berbagai ragam aktivitas.
 
Melalui PMM 2, perguruan tinggi juga akan mendapat dukungan dalam mencapai Indikator Kinerja Utama dan memperoleh bantuan biaya pengelolaan PMM 2. Sedangkan dosen pembimbing modul nusantara akan menerima sertifikat penghargaan serta insentif dalam mengembangkan Modul Nusantara. Dosen pengampu mata kuliah akan mendapat kesempatan untuk mendiseminasikan kompetensi keilmuannya di tingkat nasional.
 
PMM 2 melakukan berbagai langkah strategis untuk melanjutkan kesuksesan PMM Angkatan 1 (2021) yang telah berhasil memfasilitasi lebih dari 11 ribu mahasiswa dan 251 perguruan tinggi se-Indonesia.

Langkah tersebut, yakni:

  1. Melakukan seleksi terhadap perguruan tinggi yang akan menerima mahasiswa
  2. Memberikan bimbingan teknis kepada pengelola PMM 2 di tingkat perguruan tinggi, baik dalam pengelolaan program maupun pengembangan modul nusantara
  3. Mahasiswa dapat memilih perguruan tinggi
  4. Ketika memilih, mahasiswa akan mengetahui prodi apa saja yang ditawarkan oleh perguruan tinggi yang terdaftar sebagai perguruan tinggi penerima.
Baca: Siap-siap! Program IISMA 2022 Bakal Gandeng Kampus Top 100 Dunia
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif