Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al Asyhar. DOK Kemenag
Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al Asyhar. DOK Kemenag

Kemenag Sebut Pelaku Sodomi 15 Anak di Pangalengan Bukan Guru Pesantren

Pendidikan pesantren Kekerasan Anak kekerasan seksual Kemenag Pelecehan Anak Bawah Umur
Renatha Swasty • 20 April 2022 09:16
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pelaku sodomi kepada 15 anak di Pengelangan, Bandung, Jawa Barat bukan guru pesantren. Pelaku juga tak melakukan aksi bejat itu di dalam pondok pesantren.
 
“Kami sudah klarifikasi dan konfirmasi dan memastikan bahwa pelaku bukan merupakan guru pesantren atau lembaga keagamaan Islam," kata Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi KemenagThobib Al Asyhar dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 20 April 2022.
 
Thobib menyebut mengkonfirmasi kasus tersebut ke jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Bandung dan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Dia mengungkapkan pelaku mengajar sejumlah anak di rumah.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan informasi Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, pelaku baru berencana mendirikan lembaga pendidikan. Namun, hal itu belum diproses.
 
Thobib menyesalkan peristiwa seperti ini bisa terjadi, apalagi korbannya adalah anak-anak. Dia berharap kasus ini bisa segera diselesaikan pihak berwajib dan pelaku mendapat hukuman setimpal.
 
Sebelumnya, polisi menetapkan SN sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan. SN disebut sebagai guru ngaji di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Pangalengan.
 
SN telah menyodomi anak-anak usia 10-17 tahun sejak 2017. Namun, baru pada 1 Maret 2022 seorang korban melaporkan aksi SN.
 
Baca: Muhaimin: Pesantren Harus Mengantisipasi Kekerasan Seksual
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif