Tim tari SDN 8 Puding Besar bersama Kepala Sekolah dan tim Kampus Mengajar. DOK UNY
Tim tari SDN 8 Puding Besar bersama Kepala Sekolah dan tim Kampus Mengajar. DOK UNY

Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa UNY Ini Bawa SDN 8 Puding Besar Juara Festival Tari

Pendidikan Prestasi Pelajar UNY Kampus Mengajar
Renatha Swasty • 11 Mei 2022 16:49
Jakarta: Mengajar merupakan panggilan jiwa untuk memberikan pengabdian pada sesama manusia dengan mendidik, mengajar, membimbing, dan melatih. Namun, banyak kendala proses kegiatan belajar mengajar terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
 
Hal itu juga dihadapi mahasiswa prodi Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rizqi Amalia. Dia ditempatkan di SDN 8 Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan Kampus Mengajar.
 
Rizqi mengungkapkan sehari-hari dia membantu guru dalam kegiatan pembelajaran, membantu menyelesaikan administrasi sekolah, dan kegiatan lainnya. Pada akhir masa tugas, Rizqi mendapat tugas khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada akhir masa tugas, pihak sekolah meminta bantuan saya untuk menjadi pembimbing dalam kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional SD tingkat kecamatan untuk cabang perlombaan seni tari,” beber dia.
 
Rizqi ditugaskan  menjadi koreografer dan menciptakan  tarian dalam waktu singkat dengan waktu satu minggu untuk berlatih sebelum perlombaan. Pada persiapan ini terdapat banyak hambatan, salah satunya tekanan melatih anak-anak yang berpartisipasi agar dapat memiliki kemampuan menari tari tradisional.
 
Dia menyebut lokasi sekolah terpencil dan SDM terbatas, sehingga susah menemukan anak yang memiliki talenta alami dalam hal menari. Sehingga, anak-anak yang dipilih adalah mereka yang belum pernah menari tradisional.
 
Bahkan, hampir seluruh siswa tidak mengetahui tari tradisional yang berasal dari daerahnya. “Tidak adanya ruang untuk belajar seni daerah di desa tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan anak-anak mengenai seni tradisional di daerahnya” ungkap Rizqi.
 
Dalam waktu satu minggu Rizqi melatih anak-anak tersebut agar dapat membawakan tarian yang diciptakan sendiri dalam keterbatasan kemampuan. Bahkan, Rizqi dan rekan satu tim rela menginap di sekolah selama satu minggu demi memaksimalkan latihan.
 
Siswa berlatih tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan malam. Anak-anak yang berpartisipasi sangat bersemangat dan tidak pernah mengeluh sedikit pun.
 
Rizqi menyebut setiap gerakan yang diberikan, anak-anak selalu belajar sungguh-sungguh untuk membawakan dengan baik. Selama melatih anak-anak tersebut, Rizqi dituntut berpikir kreatif agar anak-anak dapat membawakan tarian dengan baik.
 
Metode yang diberikan Rizqi yaitu memberikan latihan kelenturan tubuh dan mengajarkan gerakan-gerakan dasar yang sering muncul dalam tarian melayu. Kemudian, Rizqi memfokuskan mentransfer gerakan kepada anak-anak sampai tarian selesai.
 
Terakhir, latihan difokuskan untuk menghafal gerakan serta menyesuaikan ekspresi, suasana, dan mengkompakkan gerakan kelompok. Lomba diselenggarakan di SDN 5 Puding Besar di Desa Labu berjarak 20 menit dari SDN 8 Puding Besar.
 
Dari awal persiapan, Rizqi tidak pernah mengharapkan mendapatkan juara pada cabang lomba seni tari. Yang difokuskan hanyalah agar siswa dapat menghafal setiap gerakan dan dapat membawakan dengan baik pada hari pelaksanaan, apalagi dengan persiapan yang singkat dan keterbatasan kemampuan yang anak-anak miliki.
 
Namun, di luar dugaan tim SDN 8 Puding Besar mendapatkan juara 1 di cabang lomba seni tari dan berkesempatan untuk mewakili kecamatan Pusing Besar di tingkat Kabupaten. Kepala Sekolah SDN 8 Puding Besar, Nuriman, terkejut dan terharu dengan hasil yang didapat.
 
Sebab, ini pertama kalinya dalam sejarah SDN 8 Puding Besar mendapatkan juara 1 cabang tari dan pertama kalinya dapat mewakili  kecamatan di tingkat  kabupaten untuk Festival Lomba Seni Siswa Nasional. “Ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak terlupakan bagi saya selama ditugaskan dalam kegiatan Kampus Mengajar” kata Rizqi.
 
Pencapaian ini tak terlepas dari usaha bersama dan pihak sekolah yang selalu mendukung dalam segala hal selama persiapan berlangsung. Rizqi menyebut walaupun dengan keterbatasan, anak-anak yang berpartisipasi mampu memberikan hasil terbaik.
 
"Dan memberikan hadiah yang sangat berarti bagi saya dan tim Kampus Mengajar yang bertugas di SDN 8 Puding Besar” kata dia.  
 
Tim Kampus Mengajar di SDN Puding 8 Besar terdiri atas mahasiswa UNY, M Shafly F dan Rizqi Amalia; mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Ade Annisa, Rizma Zuhriana, Mutiara Kasih dan Nabila Amalia, serta mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Riza Rianti.
 
Baca: Cerita Izza Mengajar Matematika di SDN Bringin Magelang Lewat Kampus Mengajar
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif