Delegasi Nigeria saat diterima Dirjen GTK Kemendikbud, Kemendikbud/BKLM.
Delegasi Nigeria saat diterima Dirjen GTK Kemendikbud, Kemendikbud/BKLM.

Dapodik Kemendikbud Dilirik Nigeria

Pendidikan pendidikan
Fachri Audhia Hafiez • 27 Maret 2019 07:07
Jakarta:Pangkalan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dilirik delegasi Nigeria. Dapodik dinilai mampu memenuhi seluruh kebutuhan layanan pendidikan.
 
"Aplikasi Dapodik menjadi menarik karena mendorong sekolah untuk memperbaharui data secara berkala untuk kebutuhan layanan pendidikan, khususnya jenjang pendidikan dasar. Penerapan aplikasi ini sangat mendukung bagi Nigeria untuk menerapkan data layanan pendidikan yang reliable," kata Ketua delegasi Nigeria, Olatunde Adetoyese Adekola saat studi banding ke Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 25 Maret 2019.
 
Dapodik merupakan suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kemendikbud dan memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan. Data tersebut bersumber dari satuan pendidikan yang diperbaharui secara online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perwakilan Nigeria mau belajar tentang pendidikan dasar. Mereka ingin mengembangkan pendidikan nasional mereka sambil belajar mengenai isu-isu pendidikan yang mereka hadapi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad.
 
Baca:Indonesia-Nigeria Bahas Mutu Pendidikan
 
Hamid menjelaskan, data referensi merupakan kekuatan dari reliabilitas data Dapodik yang berasal dari data referensi. Data referensi, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 79 Tahun 2015 tentang Dapodik, berupa data yang terverifikasi dan tervalidasi keabsahannya untuk memenuhi kualifikasi sebagai acuan yang terdiri atas referensi data wilayah, data operasional dan nomor identitas.
 
"Dapodik itu karena kita menganut standar dalam memberikan layanan pendidikan, jadi datanya berstandar, tim evaluasinya berstandar, kurikulum standar, maka semuanya standarisasi di pusat," ujar Hamid.
 
Data yang dipusatkan itu, lanjut Hamid, hanya data referensi. Semisal Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
 
"Jadi, referensinya dapat memudahkan koordinasi, dan tidak overlapping antara sekolah dengan madrasah, madrasah dengan madrasah, madrasah dengan profil Community Learning Center (CLC), siswa dengan sekolah regular, dan madrasah," jelas Hamid.
 
Kepala Pusat Data dan Statistika Pendidikan (PDSP) Kemendikbud, Bastari, menjelaskan sumber data untuk Dapodik bukan terbatas bagi institusi Kemendikbud, melainkan koordinasi antarkementerian.
 
Bastari menambahkan, masing-masing data diberikan nomor unik dan berlaku single sebagai data referensi. "Setiap data dari antar institusi diberikan data referensi, seperti guru dan peserta didik memiliki satu nomor unik dan berlaku single," jelas dia.
 
Sementara, untuk reliabilitas data, terdapat pengaturan penggunaan data. Pemerintah daerah, lanjut Bestari, seperti kabupaten atau kota hanya bisa menggunakan data untuk keperluan layanan pendidikan, tidak dapat mengubah data yang ada.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif