Mendikbud Nadiem Makarim (kanan)/Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud Nadiem Makarim (kanan)/Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

KPAI Minta Dana Program Organisasi Penggerak Dialihkan

Pendidikan kpai Pembelajaran Daring
Cindy • 30 Juli 2020 06:00
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta membatalkan program organisasi penggerak (POP). Dana program tersebut dinilai lebih baik dialokasikan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
"Dana sebesar Rp 283 miliar itu sebaiknya digunakan untuk meningkatkan PJJ. Sehingga bisa membantu anak-anak yang kesulitan belajar jarak jauh," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno listyarti di Primetalk Metro TV, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Menurut dia, banyak keluarga Indonesia kesulitan ekonomi menyediakan kuota internet bahkan telepon genggam dalam mendukung pembelajaran secara daring itu. Seharusnya, Kemendikbud dapat memfasilitasi mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anaknya misalkan ada tiga, gawai satu, kuota besar untuk streaming, bikin video dan lain-lain, seharusnya (dana POP) diarahkan untuk membantu," ujarnya.
 
Salah satu cara membantu PJJ dengan menggratiskan kuota internet di seluruh Indonesia saat proses belajar mengajar. Serta menambah jaringan internet (bandwidth) hingga ke daerah-daerah terpencil.
 
"Menambah bandwitdh di balai-balai desa atau letakkan komputer di sana agar anak-anak terbantu belajar jarak jauh dengan daring," ucap Retno.
 
Baca:PGRI Minta Program Organisasi Penggerak Ditunda
 
Seleksi POP 2020 menuai polemik. Kemendikbud meloloskan dua organisasi yang berafiliasi dengan perusahaan besar, yakni Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation.
 
POP merupakan program unggulan Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas peserta didik Indonesia. Program ini digarap bersama organisasi yang mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.
 
Organisasi yang lolos POP mendapatkan bantuan anggaran pelaksanaan dari Kemendikbud. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini sebesar Rp567 miliar per tahun.
 
Besaran anggaran yang didapat oleh setiap organisasi disesuaikan dibagi dalam tiga kategori. Yakni Gajah (Rp20 miliar per tahun), Macan (Rp5 miliar per tahun), dan Kijang (Rp1 miliar per tahun).
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif