Menristekdikti, Mohamad Nasir. Medcom.id/ INtan Y
Menristekdikti, Mohamad Nasir. Medcom.id/ INtan Y

Menristekdikti: Pencabutan Gelar Amien Rais tak Terkait Makar

Pendidikan amien rais
Intan Yunelia • 26 Mei 2019 21:01
NTT: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan pencabutan gelar guru besar bagi Amien Rais sepenuhnya kewenangan Universitas Gajah Mada (UGM). Pencabutan ini murni kebijakan akademis dan tidak ada kaitannya dengan faktor politis.
 
“Tidak ada kaitannya (dugaan makar). Makar tidak ada hubungannya dengan pencabutan profesor. Guru besar adalah kaitan akademik, makar kaitan individu,” ujar Nasir usai peresmian Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 26 Mei 2019.
 
Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menyebutkan secara akademis gelar profesor kepada politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak layak lagi disematkan. Sebab Amien tidak lagi aktif mengajar di lingkungan perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Masalah pencabutan guru besar Amien Rais oleh UGM itu adalah hak dari UGM. Kalau yang menyebut dirinya profesor dia harus aktif mengajar. Sudah selayaknya mereka yang tidak aktif mengajar gelar professornya harus dicabut. Itu sudah wajar bagi saya,” tutur Nasir.
 
Sebelumnya, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro mengatakan gelar guru besar Amien Rais sudah tidak berlaku. Mantan Ketua MPR ini sudah pensiun dari kegiatan akademik dan tidak terdaftar sebagai pengajar.
 
“Beliau sudah pensiun. Maka jabatan akademik sebagai guru besar itu pun sebetulnya juga harusnya hilang," tegas Koentjoro salam acara pernyataan sikap pesan persatuan dan perdamaian di Gedung Rektorat UGM, Jumat 24 Mei 2019.
 
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Panut Mulyono menegaskan Amien Rais sudah pensiun dari kegiatan kampus UGM. Amien juga sudah tidak terdaftar secara struktural di UGM.
 
Karena itu UGM tidak bertanggung jawab atas segala pendapat atau tindakan yang dilakukan mantan Ketum PAN ini. "Sehingga apa yang beliau lakukan itu bukan tanggung jawab Universitas Gadjah Mada, tentu menjadi tanggung jawab pribadi beliau," tutur Mulyono.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif