Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan (kanan) bersama Komandan Seskoal Amarulla Octavian. Foto: Seskoal
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan (kanan) bersama Komandan Seskoal Amarulla Octavian. Foto: Seskoal

30 Akademikus Berkumpul Bahas Potensi Kemaritiman

Pendidikan kemaritiman
Medcom • 31 Oktober 2019 22:54
Jakarta: Sebanyak 30 akademikus dari berbagai perguruan tinggi berkumpul untuk memberi masukan di sektor kemaritiman. Sesuai kepakarannya masing-masing, mereka mencoba menggali potensi kemaritiman Indonesia.
 
"Seminar nasional kali ini penting untuk memberi kontribusi akademis kepada pemerintah. Manajemen kemaritiman yang tepat dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dalam memanfaatkan bonus demografi di era Revolusi Industri 4.0," kata Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda (Laksda) Amarulla Octavian, saat memberi sambutan sebagai tuan rumah di markas Seskoal, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Menurutnya, dibutuhkan para ahli kemaritiman dan kelautan agar pembangunan di sektor maritim bisa terukur. "Pertemuan ini juga sebagai tahapan untuk membangun Universitas Maritim Indonesia yang akan segera dibentuk pemerintah," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seminar nasional ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-57 Seskoal. Seminar berlangsung pada 30-31 Oktober 2019 bertempat di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal.
 
Seminar bertema 'Lima Tahun Kedua Visi Poros Maritim Dunia untuk Bangun Maritim Indonesia Menuju SDM Unggul Indonesia Maju' ini terbagi ke dalam lima sesi sesuai lima pilar Poros Maritim Dunia. Para akademikus memaparkan hasil penelitian kelautan dan rekayasa teknologi kemaritiman yang dapat dikembangkan di Indonesia.
 
Para akademikus yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Pertahanan, hingga Universitas Gajah Mada. Hadir juga para pejabat dari Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, TNI AL, dan para panglima komando utama.
 
Bertindak sebagai pembicara kunci adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Dalam paparannya, Luhut menyampaikan berbagai capaian pembangunan kemaritiman di periode pertama kabinet Joko Widodo (Jokowi).
 
Beberapa di antaranya adalah investasi sumber daya maritim dan infrastruktur tol Laut. Luhut membandingkan program-program pembangunan kemaritiman di Indonesia dengan beberapa negara di kawasan.
 
Luhut menyinggung peran penting Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam mengamankan sumber daya maritim dan segala aktivitas kemaritiman. "Bakamla ke depan harus benar-benar berfungsi sebagai coast guard berdasarkan Hukum Laut Internasional 1982 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985. Struktur organisasi dan kewenangan Bakamla juga perlu ditingkatkan agar fungsi coast guard dapat dilaksanakan sepenuhnya," kata dia.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif