Ilustrasi. Fauzul Amni (Zulam), siswa berkebutuhan khusus kelas XI IPS 1 SMA Negeri 77 Jakarta Pusat tengah belajar daring. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Ilustrasi. Fauzul Amni (Zulam), siswa berkebutuhan khusus kelas XI IPS 1 SMA Negeri 77 Jakarta Pusat tengah belajar daring. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Guru Diminta Rajin Cek Psikologis Siswa Selama PJJ

Pendidikan sekolah Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 18 November 2020 11:29
Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyebut banyak siswa yang terkendala dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hetifah meminta kendala ini harus dapat dipecahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Bahkan, kata dia, Kemendikbud harus bisa mengarahkan Dinas Pendidikan dan guru untuk menyelesaikan masalah. Utamanya, masalah yang membuat siswa tidak nyaman saat menjalankan PJJ.
 
"Kemendikbud harus menggerakan guru-guru dan Dinas Pendidikan di setiap daerah untuk mengecek bagaimana well being anak-anak ya, kesejahteraannya secara umum," kata Hetifah dalam Metro Pagi Prime Time, Rabu 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hatifa menyebut, hasil belajar anak bukan jadi faktor utama di tengah masa krisis pandemi covid-19 ini. Ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan.
 
"Bukan hanya hasil belajarnya ya, tapi bagaimana kehidupan mereka sehari-sehari baik di rumahnya, juga kesehatan psikologisnya," jelas Hetifah.
 
Baca: Mas Menteri, Masih Efektifkah Belajar Daring?
 
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengakui, selama delapan bulan, PJJ memang menjadi metode yang menyedihkan. Tak hanya siswa dan guru, tapi beratnya PJJ juga dirasakan orang tua.
 
"Luar biasa menyedihkan ya, dan saya sangat mengerti betapa banyaknya orang tua yang stress pada saat ini," terang Nadiem.
 
Untuk itu, dia bersama tiga menteri lainnya, yakni Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tengah menyusun pembukaan sekolah tatap muka. Nadiem mengaku tengah berupaya menghentikan PJJ di berbagai wilayah.
 
"Tapi tentunya dengan zona kuning dan hijau sudah boleh tatap muka, dan juga harapannya kedepan akan semakin kita mendukung fleksibilitas di daerah-daerah untuk bisa melakukan tatap muka," ujar Nadiem.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif