IIBF 2018

Indonesia Memiliki Potensi Besar di Industri Perbukuan

Intan Yunelia 13 September 2018 12:59 WIB
IIBF 2018
Indonesia Memiliki Potensi Besar di Industri Perbukuan
Suasana di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018, MI/Rommy Pujianto.
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) melihat Indonesia saat ini memiliki potensi besar dalam industri perbukuan. Untuk itu, pemerintah terus mendorong agar suatu saat Indonesia dapat menggelar pameran buku sekelas Frankfurt Book Fair.

"Kegiatan yang sangat baik ini dari tahun ke tahun semakin banyak melibatkan peserta dan pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri,"  ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Dadang Sunendar, di Jakarta, Kamis, 13 September 2018.


Menurut Muhadjir, Indonesia tidak boleh berpuas diri.  Indonesia harus bisa memiliki pameran buku yang bisa dihadiri oleh ribuan penerbit buku yang tersebar di seluruh dunia.

"Pameran buku internasional di Indonesia harus menjadi pameran yang dikenal secara Internasional, dan tidak boleh kalah menariknya dibanding dengan pameran buku Internasional lain seperti Frankfurt Book Fair dan London Book Fair, atau pameran Internasional lainnya," ucapnya.

Sementara itu, pameran buku IIBF ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan pameran saja. Melainkan juga menjadi tempat berbagai kegiatan perbukuan, diskusi, seminar, dan berbagai transaksi terkait perbukuan lain berlangsung.

"Serta menjadi tempat bertemu para penulis dan penerbit dalam berbagai bidang ilmu, termasuk dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," terangnya.

Indonesia sendiri memiliki karakter khusus dalam bidang perbukuan. Hal ini terlihat dari sisi potensi penulis, pasar buku, serta penerbit buku.

Baca: Panitia IIBF Buka Paket Wisata Literasi untuk Gaet Milenial

Pemerintah sudah mengeluarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2017, yang merupakan salah bentuk dukungannya terhadap sistem perbukuan nasional. "Sebuah UU yang implementasinya memerlukan keterlibatan banyak pihak,  di antaranya para penulis, penerbitan, fasilitator, tokoh buku, dan ekosistem lainnya," jelasnya.

Mendikbud menuturkan, sangat terbantu dengan adanya pameran buku ini. Sebab, secara langsung memberikan dampak pada peningkatan literasi peserta didik, maupun masyarakat umum yang hadir pada pameran ini.

"Kemendikbud sendiri memiliki gerakan literasi nasional, yang tujuannya sama, mendukung gerakan literasi, yang melibatkan semua unit utama di Kemendikbud," pungkasnya.

Kegiatan IIBF ini merupakan kegiatan tahunan, berupa pameran buku Internasional Indonesia. Acara ini digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Plenary Hall pada tanggal 12 hingga 16 September 2018.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id