Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.

Peminat PTN Lebih Rasional dengan UTBK

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019 SBMPTN 2019
Intan Yunelia • 10 Juli 2019 18:09
Jakarta:Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengklaim Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) lebih efektif dan efisien. Sistem ini juga menutup peluang terjadinya praktik kecurangan.
 
“Sepanjang sejarah yang ada di Indonesia dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, yang tidak pernah terjadi problem atau kecurangan baru kali ini,” kata Nasir di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.
 
Terjadi kompetisi yang sehat antara sesama calon mahasiswa. Jumlah peminat tertinggi perguruan tinggi negeri tidak lagi didominasi PTN favorit. Calon mahasiswa yang ingin mendaftar tahu kadar kemampuannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya rasa ini akan menjadi lebih terbuka dan mengukur diri. Dari yang lebih tahu dan tidak berkompetisi yang tidak sehat tapi menjadi lebih sehat,” terang Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
 
Hasilnya, Universitas Indonesia (UI) tidak masuk dalam 10 PTN yang paling banyak diminati lagi di SBMPTN 2019. Namun UI menjadi ranking pertama PTN dengan pendaftar nilai tertinggi.
 
“UI, ITB nggak ada peminat tertinggi tapi lihat jumlah orang yang mendaftar ini menjadi rasional dan kalau nilai saya enggak masuk ke PTN A saya nggak akan daftar dan kira-kira letaknya di mana (PTN). Sehingga kita lihat 10 PTN yang nilainya tinggi itu adalah UI, ITB,” ujar Nasir.
 
Baca:Nilai Rerata UTBK Tertinggi Ada di ITB dan UI
 
Sementara itu, untuk pendaftaran ke PTN pun menjadi efektif. Sebanyak 780.000 pendaftar tak perlu lagi berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri ke kampus yang diinginkan. Tapi cukup daftar online, pendaftaran menjadi lebih teratur dan aman.
 
“Ini adalah solusi sehingga tidak ada pendaftaran yang harus datang ke kampus, sekarang enggak usah dan sekarang kita bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang baik,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif