Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pendidikan Kebencanaan Tak Perlu Jadi Mata Pelajaran Baru

Pendidikan penanggulangan bencana Mitigasi Bencana
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Januari 2019 05:21
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai pendidikan kebencanaan tak perlu menjadi mata pelajaran baru. Pendidikan kebencanaan bisa masuk pembahasan mata pelajaran yang sudah ada.
 
"Karena sekarang siswa sudah terlalu banyak mata pelajaran yang ada," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Rabu, 2 Januari 2018.
 
Menurut Sutopo, pendidikan kebencanaan bisa masuk bab khusus dalam mata pelajaran geografi. Makanya, BNPB menyarankan mata pelajaran geografi diwajibkan bagi seluruh siswa menengah atas, baik mereka yang jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini hanya wajib untuk anak-anak jurusan IPS," ucap Sutopo.
 
BNPB pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkaji lagi rencana memasukkan pendidikan kebencanaan dalam pendidikan karakter. Cara ini diyakini tak akan membuat siswa fokus. Sebab, pendidikan karakter sudah terlalu banyak turunannya.
 
"Saat ini sudah ada tentang terorisme, bela negara, apalagi akan ditambah pendidikan kebencanaan. Itu tidak akan fokus," ujarnya.
 
BNPB juga mengusulkan pendidikan kebencanaan masuk pelajaran muatan lokal (mulok). Dengan begitu, siswa bisa diajarkan keterampilan, simulasi, dan latihan penanganan bencana dalam ekstrakurikuler.
 
Bila masuk dalam mulok, pendidikan kebencanaan juga bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Misalnya, siswa di Aceh, Sumatera Utara, atau Bengkulu lebih baik banyak diajarkan soal pendidikan bencana gempa dan tsunami.
 
"Masyarakat Kalimantan tidak perlu tentang kegempaan dan tsunami. Tapi, tentang kebakaran hutan dan banjir," bebernya.
 
Usulan lain, BNPB menyarankan pemerintah menyusun standar nasional mitigasi bencana. Dengan begitu, bisa mempermudah membuat capaian pembelajaran.
 
Kemudian, kata Sutopo pemerintah perlu menghadirkan metode pendidikan kebencanaan yang kreatif dan menyenangkan. Dalam arti, pendidikan kebencanaan tak boleh hanya dijejali teori dan minim praktek. "Kalau hanya diberi teori, tidak mengerti."
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi