Ilustrasi buku. Medcom.id
Ilustrasi buku. Medcom.id

Guru Besar UPI Dorong Kurikulum Merdeka Disempurnakan Sebelum Diterapkan Nasional

Pendidikan pendidikan kurikulum 2013 Kemendikbudristek Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 10 Mei 2022 16:03
Jakarta: Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan, menilai Kurikulum Merdeka sangat sulit diterapkan. Dia mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyempurnakan kurikulum itu lebih dulu sebelum diterapkan nasional.
 
“Kalau masih cair atau fluid atau prototipe itu sulit untuk dipertanggungjawabkan,” ujar Hamid dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip Selasa, 10 Mei 2022.
 
Dia menekankan implementasi kurikulum bukan hanya tataran logika semata. Hamid menyebut persoalan etika dan moral harus dipertimbangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hamid menyebut kurikulum juga harus bicara mengenai kebutuhan dan kualitas. Sebab, hal ini menyangkut generasi bangsa masa depan.
 
“Ketika mengembangkan kurikulum, masyarakat yang bagaimana menjadi kualitas yang kita harapkan agar bisa hidup lebih baik dan bahagia dengasn kemampuan yang kita miliki,” tutur dia.
 
Dia mengingatkan implementasi Kurikulum Merdeka sebagai pilihan juga harus diperhatikan. Sekolah saat ini masih bisa memilih Kurikulum 2013 (K13) atau Kurikulum Darurat yang terbit pada saat pandemi covid-19.
 
Hamid menyebut hal tersebut bisa menjadi persolan. Dia mengatakan jangan sampai sekolah memilih menerapkan Kurikulum Merdeka lantaran untuk mendapat bantuan dana saja.
 
“Sekolah mungkin memilih Kurikulum Merdeka karena ada biaya yang diberikan. Bukan atas kajian kurikulum itu lebih baik,” tutur dia.
 
Baca: Kurikulum Merdeka Dinilai Produk Belum Matang, Guru Besar UPI: Mengkonsumsi Bisa Jadi Masalah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif