Ketiganya yakni Gabriella Sunsugos Sianturi meraih Juara 1, Rafiqoh Wahidah menyabet Juara 2, dan Caroline Noel Amaris Purnomo mendapat Juara 3. Penghargaan diberikan usai Final Nasional Essay Contest pada Jumat malam, 26 Juni 2026.
"Kalian berhasil melakukan sesuatu yang enggak mudah. Melihat persoalan yang sering luput dari perhatian orang dan kemudian berusaha memahaminya secara serius. Dan itu kemampuan yang sangat langka daripada sekadar memenangkan sebuah kompetisi," ujar Juri Final Nasional Essay Contest, Najwa Shihab, dalam sambutan sebelum pengumuman pemenang di Grand Mercure Seminyak, Bali, Jumat, 26 Juni 2026.
Najwa mengapresiasi finalis tingkat nasional yang membawa para juri melihat cara berpikir anak muda. Melalui esai, juri diajak melihat ke persoalan besar dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa, kelompok yang sering tidak terlihat, hingga memikirkan tantangan-tantangan baru yang akan dihadapi di masa depan.
"Setiap esai yang kami baca itu menunjukkan bahwa adik-adik semuanya memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitar dan juga keberanian untuk menawarkan solusi," kata Najwa.
Penggagas Djarum Beasiswa Plus, Soewarno M Serad, mengapresiasi finalis Essay Contest. Dia mengatakan seluruh finalis memberikan masalah otentik yang kemudian dicarikan solusinya melalui analisis, argumentasi, dan kesimpulan.
Dia mengungkapkan sampai-sampai penjurian berlangsung ketat dan lebih lama dari biasanya. Soewarno berpesan kepada finalis untuk selalu semangat dan mau mencoba hal baru.
"Indonesia membutuhkan kalian untuk membangun bangsa," ujar Soewarno.

Finalis Final Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Medcom.id/Renatha Swasty
Tawarkan solusi dari masalah yang jarang disorot
Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 diikuti 533 peserta dari 103 perguruan tinggi di 38 provinsi. Tahap final nasional diikuti 16 finalis yang berhasil menyisihkan 517 peserta pada tahap regional.Pada tahap final, 16 finalis mempresentasikan esainya di depan para juri yang terdiri atas Jurnalis Senior dan Pendiri Narasi TV Najwa Shihab, Guru Besar IPB University Ronny Rachman Noor, dan Beswan Djarum 2025/2026 Gloria Tamba.
Juara 1 diraih oleh Gabriella Sunsugos Sianturi dari Universitas Udayana. Dia mengangkat esai berjudul Saat ‘Sehat’ Menipu: Bagaimana Sistem Bisa Melindungi Disabilitas Tak Tampak?
Dalam esainya, Gabi, sapaan akrab Gabriella, mengangkat soal penyandang disabilitas tak tampak yang terlihat sehat padahal bisa mengalami gejala darurat mendadak. Sebagai mantan penyandang autoimun, Gabi pernah ada di kondisi terlihat sehat dari luar padahal gejala autoimunnya tengah kambuh.
Saat berada di transportasi umum, dia mesti merelakan kursinya diduduki oleh ibu-ibu yang usianya lebih tua karena dia terlihat 'sehat'. Padahal saat itu Gabi mengalami pusing, jantung berdebar hingga kesulitan napas.
Gabi menawarkan solusi VISI (Verifikasi Digital, Identitas Dua Lapis, dan Edukasi). Pertama identitas dua lapis untuk memperkuat Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) lewat pembuatan katu tambahan, kedua identitas tersebut didukung verifikasi digital melalui platform yang terintegrasi dengan layanan publik dan fasilitas kesehatan, ketiga penguatan edukasi soal disabilitas tak tampak.
Juara 2 diraih oleh Rafiqoh Wahidah. Mahasiswi Universitas Bengkulu itu mengangkat esai berjudul Di Balik Pintu Toilet Masjid, Sanitasi Belum Berpihak pada Perempuan.
Dalam esainya, Rafiqoh mengangkat soal toilet masjid yang tidak sesuai standar kebutuhannya dapat mengancam kesehatan reproduksi. Dia menyoroti toilet masjid yang kerap kali ada air menggenang yang justru bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan membuka jalur infeksi.
Rafiqoh menawarkan solusi Standar Sanitasi Ramah Perempuan (SSRP) dari masjid. Dia memilih masjid karena memiliki ratusan ribu titik hingga ke pelosok desa. Penerapan SSRP dapat dimasukkan sebagai komponen wajib dalam penilaian kualitas manajemen melalui akreditasi masjid yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Indikator SSRP mencakup ketersediaan pijakan kering, ketersediaan tempat sampah bertutup khusus limbah saniter, evaluasi fungsi drainase yang mencegah genangan air, dan pemastian kualitas air yang memenuhi syarat thaharah (bersuci).
Sementara itu, Juara 3 diraih Caroline Noel Amaris Purnomo dari Universitas Katolik Soegijapranata. Dia membuat esai berjudul Di Balik Zona Nyaman Semu: Krisis Hubungan Autentik di Era AI Companion.
Caroline menyoroti banyaknya remaja yang lebih nyaman mencurahkan isi hati kepada AI Companion, termasuk dirinya. Beberapa bulan lalu dia lebih nyaman curhat melalui AI Companion di paltform Character AI.
Ketergantungan AI secara halus mengubah standar remaja dalam memandang hubungan. Validasi tanpa henti dari AI meski memberikan kepuasan instan nyatanya berisiko memperkuat pola pikir bahaya.
Caroline menawarkan intervensi dalam kerangka strategi PETA, yakni Perlindungan hukum komprehensif, Edukasi literasi digital, Teknis intervensi fitur pengembang, dan Aktivasi Sosial. PETA tidak bermaksud menolak kemajuan zama tetapi membatasi interaksi digital pada tingkat moderat dan memperkuat keterlibatan dinamika sosial nyata.
Salah satu juri, Ronny Rahman Noor mengungkapkan ketiganya dipilih karena idenya original yang berangkat dari pengalaman pribadi. Ketiganya pernah mengalami masalah yang dituangkan dalam esai kemudian diperluas untuk dicarikan solusi.
"Nah, itu akan lebih menarik daripada hanya literatur biasa. Jadi dia lebih memahami dirinya sendiri. Lomba esai ini melatih bagaimana dia peduli masalah yang ada di masyarakat termasuk dirinya sendiri," beber Ronny.
Selanjutnya, juri juga menilai pola pikir finalis menyelesaikan masalah yang diangkat. Ronny mengakui solusi ketiganya belum sempurna, sebab mereka juga masih belajar. Namun dari ide-ide yang ada ke depan bisa disempurnakan lagi.
Najwa Shihab mengingatkan kompetisi ini bukan akhir dari esai tapi awal dan kebiasaan untuk terus bertanya, berpikir, dan menulis. Dia mengatakan perubahan besar hampir selalu dimulai dari orang-orang yang berani mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.
"Tantangan berikutnya, bagaimana membawa gagasan itu keluar dari halaman esai. Membawanya, mengujinya di dunia nyata dan menjadikannya bagian dari solusi masyarakat," ujar Najwa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda