Jakarta: IPB University menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang melibatkan sejumlah mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT). IPB University menegaskan, setiap bentuk tindakan yang merendahkan martabat, termasuk pelecehan berbasis gender baik secara daring maupun luring, tidak dapat ditoleransi.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran awal yang disusun oleh Komisi Disiplin Fakultas Teknik dan Teknologi, kejadian ini berawal pada tahun 2024 dari sebuah grup privat mahasiswa yang kemudian berkembang dan di dalamnya ditemukan komentar yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap beberapa mahasiswi.
"Mahasiswi korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya, " jelasnya.
Lebih lanjut, IPB memahami bahwa proses mediasi sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan korban. "Oleh karena itu, saat ini IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban," ungkapnya.
Ia menyatakan, sebagai bentuk tanggung jawab, IPB University menegaskan komitmen berikut:
- Menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan akademik;
- Menindak tegas setiap pelanggaran kode etik mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
- Menjamin proses penanganan yang objektif, transparan, dan akuntabel;
- Mencegah segala bentuk intimidasi, tekanan, atau stigma terhadap korban maupun pelapor;
- Memperkuat edukasi dan budaya kampus yang menghormati kesetaraan dan martabat setiap individu.
- Melakukan penelusuran fakta dan penyusunan kronologi resmi dengan memanggil pihak-pihak yang terkait;
- Mengamankan bukti-bukti yang relevan untuk mendukung proses penanganan;
- Mengaktifkan mekanisme penanganan pelanggaran kode etik di tingkat fakultas dan institusi.
| Baca juga: Belum Kelar Kasus UI, Mahasiswi UBL Laporkan Dosen Atas Dugaan Kekerasan Seksual
|
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News