Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Bisa Dipecat Tak Hormat

Pendidikan pelecehan seksual kekerasan seksual Pelecehan Seksual di Kampus Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Ilham Pratama Putra • 19 November 2021 16:11
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Diktiristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam menyebut pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus bakal diberi sanski tegas. Ini menjadi bagian dari implementasi Permendikbudristek 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
 
Nizam menjelaskan, apabila pelakunya mahasiswa maka terdapat sanksi berupa teguran dampai dengan dikeluarkan. Namun jika dilakukan dosen, maka sanksi terberat ialah diberhentikan secara tidak terhormat.
 
"Pelakunya mahasiswa maka sanksinya itu mulai dari peringatan sampai skorsing sampai dikeluarkan. Kemudian kalau itu dosen, sanksinya juga mulai dari peringatan, permintaan maaf secara terbuka sampai pada diberhentikan tidak hormat," kata Nizam dalam webinar F-PAN DPR RI," Jumat 19 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sanksi-sanksi itu kata dia dipercaya bakal menjadikan kampus sebagai lingkungan yang nyaman dan aman untuk belajar.  Dia pun memastikan para korban dan saksi akan dilindungi jika terjadi kasus kekerasan seksual perguruan tinggi.
 
Baca: Bukan Pidana, Ini Sanksi Bagi Pelanggar Permendikbud PPKS
 
"Kita bentuk peraturan dimana penyelesaiannya itu bisa melindungi nama korban, nama saksi, diselesaikan di perguruan tinggi tetapi dengan langkah dan sanksi yang jelas dan tegas," sebutnya.
 
Nizam mengaku, sejak Permendikbudristek ini dikeluarkan aduan kekerasan seksual pun mulai bermunculan. Dengan hadirnya Permendikbudristek PPKS ini dia berharap kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dapat dihapuskan.
 
"Dengan hadirnya ini, maka predator yang selama ini terlindungi di balik kerangka yang abu-abu itu akan bisa kita tuntaskan, dan tidak ada lagi di perguruan tinggi," tutupnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif