Gempa tektonik adalah gempa bumi yang memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Gempa ini terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zona penunjaman.
Gempa tektonik merupakan salah satu sumber gempa bumi utama di Indonesia. Gempa ini terjadi akibat pergeseran lempeng Samudra Indo-Australia dan lempeng Benua Eurasia sekitar 65 juta tahun yang lalu. Gempat tektonik hingga kini masih aktif, dikutip dari vsi.esdm.go.id.
Penyebab gempa tektonik
Gempa tektonik disebabkan oleh pergeseran lempeng-lempeng bumi yang saling menjauh dan mendekat. Hal lainnya yang menyebabkannya adalah ketika tekanan di tepi mengatasi gesekan yang melepaskan energi dalam bentuk gelombang yang merambat melalui kerak bumi dan menyebabkan guncangan yang dirasakan, dikutip dari usgs.gov.
Akibat gempa tektonik
Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi karena getaran gempa yang kuat mampu menjalar ke seluruh bagian Bumi. Beberapa akibatnya, seperti tanah longsor, bangunan yang roboh, hingga gempa dasar laut yang menyebabkan tsunami.
Jenis-jenis gempa berdasarkan kedalaman
Adapun beberapa jenis gempa bumi berdasarkan kedalamannya, dikutip dari bpbd.ntbprov.go.id, yakni:
1. Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah jenis gempa yang hiposentrum atau pusat gempanya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi di dalam kerak bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tergolong ke dalam jenis gempa yang tidak terlalu berbahaya.
2. Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa jenis ini pada umumnya dapat dirasakan getarannya dan timbulkan getaran ringan.
3. Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi dangkal biasanya dapat menimbulkan kerusakan yang besar. (Rafi Alvirtyantoro)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News