Ilustrasi kuliah. Medcom.id
Ilustrasi kuliah. Medcom.id

Calon Mahasiswa, Ketahui 4 Hal Ini Sebelum Kuliah di Perguruan Tinggi

Medcom • 30 Maret 2022 12:00
Jakarta: Dunia perkuliahan sangat berbeda dengan semasa sekolah, baik dari segi akademik maupun lingkungan sosial. Agar tak kelagapan menghadapi culture shock, ada empat hal yang mesti calon mahasiswa ketahui sebelum memijakkan kaki di perguruan tinggi.
 
Keempat hal tersebut ialah sistem belajar, pembiayaan, jenjang, dan bentuk pendidikan tinggi di Indonesia. Melansir laman Ruangguru, berikut ulasannya:

Sistem belajar di perguruan tinggi

Sewaktu di bangku sekolah, peserta didik umumnya diberi penjelasan materi langsung oleh guru. Ketika memasuki dunia perkuliahan, hal tersebut jarang terjadi. Mahasiswa biasanya dituntut untuk belajar mandiri.
 
Buku-buku yang digunakan selama perkuliahan juga lebih banyak ketimbang sewaktu di sekolah. Bila di sekolah satu buku dijadikan satu rujukan mata pelajaran tertentu, maka satu mata kuliah di perguruan tinggi bisa menggunakan beberapa buku rujukan.

Berbicara tentang mata kuliah, perlu diketahui bahwa setiap mata kuliah memiliki satuan kredit semester (SKS) yang menjadi indikator penentu kelulusan mahasiswa. Biasanya, satu SKS berarti satu jam bertemu tatap muka di kelas, satu jam untuk tugas terstruktur, dan satu jam tugas mandiri.
 
Pembelajaran di perkuliahan juga tidak hanya dilakukan di kelas. Mahasiswa berkesempatan belajar di luar kelas melalui berbagai aktivitas, seperti unit kegiatan mahasiswa atau kegiatan khas jurusan tertentu. Misalnya, jurusan Sastra Korea Universitas Indonesia (UI) yang mengadakan Korean Culture Day setiap tahun.

Pembiayaan semasa berkuliah

Selama menempuh pendidikan tinggi, setidaknya Sobat Medcom harus menyiapkan dua macam pembiayaan, yaitu biaya kuliah dan biaya hidup. Untuk biaya kuliah, jumlahnya tergantung jurusan dan kampus yang ditempuh.
 
Beberapa kampus menawarkan skema pembiayaan berbeda untuk tiap proses penerimaan peserta didik. Misalnya, mahasiswa yang masuk melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dipatok biaya kuliah lebih rendah ketimbang seleksi mandiri.
 
Di PTN, terdapat skema pembiayaan bernama Uang Kuliah Tunggal (UKT). Melalui sistem ini, PTN tidak diperbolehkan memungut biaya lain. Uang pangkal baru dimasukkan pada perhitungan uang semesteran. Sekilas uang semesteran memang terkesan mahal, namun uang pangkal sudah ditiadakan.
 
Sementara itu, di perguruan tinggi swasta (PTS), biasanya yang mendaftar lebih awal berkesempatan membayar lebih murah ketimbang yang mendaftar mendekati permulaan tahun ajaran baru.
 
Selain berbagai skema dan penawaran menarik, tak sedikit juga kampus bekerja sama dengan lembaga untuk menyediakan program beasiswa dengan kriteria tertentu.
 
Jenis pembiayaan yang tak kalah penting ialah biaya hidup. Terlebih, jika Sobat Medcom berkuliah di luar kota tempat tinggal, tentu hal ini harus dipertimbangkan dengan matang.
 
Biaya hidup harus melingkupi biaya kos, biaya makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Biasanya, biaya kos dan makan di tiap kota berbeda.

Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia

Setelah mengetahui gambaran dunia perkuliahan dan biaya yang mesti dikeluarkan, selanjutnya Sobat Medcom perlu mengetahui jenjang pendidikan yang tersedia. Ini perlu diketahui agar pendidikan yang ditempuh nantinya sesuai dengan cita-cita dan tujuan, mengingat tiap jenjang pendidikan tinggi memiliki fokus pembelajaran berbeda.
 
Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ada tiga jenjang dalam pendidikan tinggi, yaitu:

1. Pendidikan akademik

Pendidikan tinggi ini mengarahkan mahasiswa menguasai disiplin ilmu tertentu. Pendidikan akademik akrab dikenal sebagai program S1, S2, dan S3. Setelah menyelesaikan program ini, mahasiswa berhak menyandang gelar akademik berupa sarjana, magister, dan doktor.

2. Pendidikan profesi

Ini adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Beberapa profesi yang mewajibkan untuk mengambil pendidikan profesi antara lain dokter, apoteker, dan psikolog.

3. Pendidikan vokasi

Bila pendidikan akademik menguasai disiplin ilmu tertentu, maka pendidikan vokasi bertujuan agar mahasiswa memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Berbeda dengan pendidikan profesi, pendidikan ini dapat diambil langsung oleh lulusan siswa SMA/sederajat.

Bentuk pendidikan tinggi di Indonesia

Hal tak kalah penting yang mesti diketahui calon mahasiswa adalah bentuk-bentuk pendidikan di Indonesia. Terdapat lima jenis pendidikan tinggi berdasarkan bentuknya, yaitu:

1. Akademi

Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu. Misalnya, akademi kebidanan, akademi keperawatan, akademi kepolisian, hingga akademi militer.

2. Politeknik

Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Politeknik manufaktur, politeknik elektronika, dan politeknik kesehatan merupakan beberapa contoh bentuk politeknik.

3. Sekolah tinggi

Sekolah tinggi menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Jika memenuhi sejumlah persyaratan, sekolah tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
 
Meskipun banyak dikelola lembaga swasta, tak sedikit sekolah tinggi yang berada langsung di bawah lembaga pemerintahan tertentu. Sekolah tinggi naungan pemerintah disebut sekolah kedinasan. Contohnya, Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Sekolah Tinggi Teknik Nuklir (STTN) di bawah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

4. Institut

Institut menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Jika memenuhi sejumlah persyaratan, institut dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
 
Beberapa contoh perguruan tinggi negeri berbentuk institut, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Seni Indonesia (ISI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

5. Universitas

Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Jika memenuhi sejumlah persyaratan, universitas dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
 
Dari berbagai pilihan pendidikan tinggi, universitas menyediakan paling banyak pilihan bidang pendidikan. Sebagai contoh, di Universitas Gadjah Mada (UGM) ada 27 jurusan untuk pendidikan vokasi, 7 program pendidikan profesi, dan 211 jurusan pendidikan akademik.
 
Demikianlah pembahasan mengenai empat hal yang wajib diketahui calon mahasiswa. Mulai dari sistem belajar, pembiayaan, serta jenjang dan bentuk pendidikan tinggi di Indonesia. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Mau Beasiswa Kuliah di Luar Negeri? Ini Hal-hal yang Mesti Disiapkan
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan