Ilustrasi sekolah. Medcom
Ilustrasi sekolah. Medcom

KPAI Dorong Evaluasi Pembukaan Kantin Sekolah Saat PTM di Tengah Merebaknya Hepatitis Akut

Pendidikan kpai Sekolah Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas Hepatitis Akut Kantin sekolah
Renatha Swasty • 12 Mei 2022 09:16
Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudritek) mengevaluasi pembukaan kantin sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM). Kementerian memperbolehkan kantin sekolah buka dengan batasan pengunjung 75 persen di tengah merebaknya hepatitits akut.
 
“Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernapasan”, ujar Retno dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022.  
 
Retno mendorong orang tua membekali anak-anaknya makanan dan minunan dari rumah. Sehingga, tak jajan sembarangan jajan di sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah juga melakukan monitoring dan evaluasi PTM saat ini, jangan 100 persen lagi agar dapat melihat perkembangan kasus hepatitis misterius ini dan sebagai bentuk pencegahan," kata Retno.  
 
Dia juga meminta pemerintah pusat dan daerah melalui Dinas-Dinas Kesehatan segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada orang tua terkait informasi jelas tentang hepatitis akut. Penjelasan juga terkait upaya pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan prokes, mengenali tanda atau gejala awal penyakit.
 
Retno menuturkan Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan dapat menyosialisasikan pencegahan dan penanganan hepatitis akut melalui sekolah kepada peserta didik, pendidik, dan orang tua. Khususnya tentang gejala-gejala awal penyakit hepatitis akut dan tindakan yang harus dilakukan orang tua ketika anak menunjukkan gejala-gejala awal hepatitis akut.
 
"Seperti adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Semua info tersebut dapat disosialisasikan melalui media massa maupun media social secara masif," papar Retno.
 
Dia menyebut orang tua yang sudah teredukasi wajib mengedukasi anak-anaknya terkait penyakit hepatitis misterius ini. Sehingga, anak menyadari harus mematuhi prokes.
 
"Edukasi dan sosialisasi yang sama harus dilakukan pihak sekolah juga," tutur Retno.
 
Dia menyebut juga perlu adanya kerja sama solid antara orang tua, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Hal itu agar bisa menemukan gejala hepatitis akut sedini mungkin sehingga anak segera mendapatkan pertolongan medis.
 
"Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil," tegas Retno.
 
Baca: SKB 4 Menteri Terbaru, Ekstrakurikuler dan Kantin Sekolah Boleh Kembali Buka
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif