Menjawab tantangan tersebut, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) memiliki prodi Administrasi Asuransi dan Aktuaria. Sebuah prodi yang mempersiapkan dan menghasilkan tenaga ahli madya asuransi dan aktuaria profesional tersertifikasi.
Lulusan prodi Asuransi dan Aktuaria Vokasi UI nantinya juga dapat menjalani profesi yang menjanjikan. Terlebih lagi jika lulusan diploma asuransi dan aktuaria sudah mampu memiliki minimal dua sertifikasi, maka dijamin gaji lulusannya tak kalah dengan sarjana.
"Bahkan lebih dari lulusan sarjana," ujar Ketua Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Asrori di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
Pilihan sertifikasi tersebut di antaranya sertifikasi Ajun Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAAIJ) dan Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAIJ), Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK) dan Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAIK), Associate Societies Actuary Indonesia (ASAI), Certificate in General Insurance (CGI) dan Certificate in Life Insurance (CLI), Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – Life and Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – General, Underwriting Asuransi Level 5 dari LSP UI, dan Sertifikasi Digital Insurance dari MII (Malaysian Insurance Institute).
“Dari sekian banyak sertifikasi profesi tersebut, mahasiswa wajib mampu lulus pada empat ujian sertifikasi. Selebihnya merupakan pilihan,“ tutur Asrori.
Untuk diketahui, pada prodi ini lulusan disiapkan untuk mampu mengaplikasikan ilmu aktuaria, statistika, dan ekonomi di Industri asuransi, dana pensiun dan keuangan. Berbeda dengan program studi aktuaria lainnya, prodi Asuransi dan Aktuaria memiliki pengajar yang sudah tersertifikasi di bidang asuransi, aktuaria, risk management, dan keuangan.
Asrori menuturkan, mahasiswa akan menempuh pendidikan selama tiga tahun di Vokasi UI untuk mendapatkan gelar Ahli Madya. Vokasi UI menjalankan kurikulum 3-2-1, artinya mahasiswa selama tiga semester akan belajar konsep dan praktik di kampus, dua semester belajar di industri, dan satu semester magang.
Dengan metode itu, saat lulus mereka sudah memiliki bekal pengalaman yang cukup. "Terbukti, lulusan kami sudah bekerja dalam kurun waktu paling lama tiga bulan setelah lulus,” kata Asrori.
Kurikulum dan silabus prodi Administrasi Asuransi dan Aktuaria telah mengikuti atau sejalan dengan kurikulum dan silabus Asosisiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Malaysian Insurance Institute(MII).
Dengan begitu, para lulusan tidak lagi memiliki gap yang berarti dengan tuntutan industri. Selain itu, setiap lulusan dibimbing untuk memiliki sertifikat profesi. Calon mahasiswa baru dapat mendaftarkan diri melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) dan ujian Tulis SIMAK UI (informasi: penerimaan.ui.ac.id).
Untuk diketahui, pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi semakin baik. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya tren pengguna asuransi dari tahun ke tahun.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta orang di tahun 2019, industri asuransi berpeluang memperoleh pasar potensial yang besar untuk digarap. Penetrasi asuransi penduduk Indonesia bahkan telah mencapai 6,6% di kuartal III 2019 (AAJI 2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News