Suasana salat Iduladha di Alun-alun Utara Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim.
Suasana salat Iduladha di Alun-alun Utara Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim.

Rektor UII Ajak Seluruh Bangsa Meneladani Nabi Ibrahim

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Ahmad Mustaqim • 12 Agustus 2019 13:26
Yogyakarta: Ribuan warga di Yogyakarta menjalankan ibadah salat Iduladha di Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu, 11 Agustus 2019. Salat Iduladha berlangsung khidmat sejak dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
 
Bertindak sebagai imam dalam salat Iduladha. Azman Lathif. Azman, takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Sementara, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid menjadi penceramah atau khatib.
 
Dalam ceramahnya, Fathul menitipkan berbagai pesan untuk bangsa saat ini. Fathul menyebut ada empat hal yang bisa diteladani dari kisah kehidupan Nabi Ibrahim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulai dari semasa hidupnya yang senantiasa memurnikan tauhid, bersikap santun kepada orang tuanya, mendengarkan pendapat anak, hingga peduli kepada anak-cucunya.
 
"Nabi Ibrahim selalu berpikir pada konteks keturunannya. Hari ini, pada kondisi kekinian banyak hal bisa dilakukan dari sosok Nabi ini," kata dia.
 
Menurut dia, pemerintah maupun warga negara harus melakukan berbagaii hal dengan keseriusan seperti yang Nabi Ibrahim teladani. Dua titik poin penting yang harus dilakukan serius pemerintah yakni, dalam hal memelihara atau menjaga lingkungan dan menjaga persatuan bangsa.
 
"Jika kita tidak serius memelihara lingkungan, ini akan berdampak pada keturunan kita. Kemudian, jika kita tidak serius memelihara persatuan, ini akan meninggalkan dampak buruk bagi penerus bangsa. Pelajaran untuk berpikir panjang harus kita lakukan sampai saat ini," ujarnya.
 
Baca:Meriahnya Perayaan Iduladha di Manchester
 
Selain itu, Fathul juga mengajak publik merefleksikan kemerdekaan yang hampir bersamaan dengan Iduladha. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih pendahulu bangsa dengan air mata, darah, dan nyawa, harus bisa terus diperbarui dalam konteks mengisi kehidupan.
 
Sebagai muslim, ia mengajak selalu bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Menurutnya, tanpa rahmat dari Tuhan, kemerdekaan akan sulit diraih hingga saat ini.
 
"Tanpa kemerdekaan, kita akan sulit berkumpul dengan khusyuk menjalani Iduladha jika dalam masa penjajahan. Mudah-mudahan kemerdekaan ini menjadi rahmat, bukan menjadi azab bagi negara atau bangsa," kata dia.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif