Sosialisasi dan sinkronisasi PIP Pesantren. Foto: Kementerian Agama.
Sosialisasi dan sinkronisasi PIP Pesantren. Foto: Kementerian Agama.

Kemenag Sosialisasi dan Sinkronisasi Data Penerima PIP Pesantren

Pendidikan kementerian agama pesantren
Arga sumantri • 11 Juni 2021 16:16
Jakarta: Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) melakukan koordinasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pondok Pesantren. Program ini merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan kepada siswa tak mampu.
 
Sebagai langkah lanjutan dalam upaya penyaluran PIP ini, Kemenag melakukan koordinasi dengan para operator PIP dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) seluruh Indonesia. Koordinasi ini digelar dalam Sosialisasi dan Sinkronisasi Data Penerima PIP Pesantren yang berlangsung di Bandung, 10 - 12 Juni 2021.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Simplikasi (KISS) adalah kunci agar aplikasi program tidak menyusahkan operator yang menjalankan. Aplikasi yang dikembangkan harus memudahkan operator dalam pendataan, user friendly sehingga mudah digunakan dan nyaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bukan pekerjaan yang sederhana untuk sebuah pendataan tetapi perlu ketelitian, ketekunan, dan kesabaran," kata Ali mengutip siaran pers Kemenag, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Ali mengatakan, pendataan akan menggunakan platform Satu Data Indonesia untuk menghasilkan data terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan bisa dipertanggungjawabkan. Makanya, ia mengimbau agar data santri diisi dengan sebaik-baiknya.
 
Baca: Butuh 'Ilmuwan Bedah' di Tengah Masifnya Teknologi Pembedahan
 
Kasubdit Pendidikan Kesetaraan, Rahmawati, mengatakan bahwa Sistem Layanan Data Aplikasi PIP Pesantren ini nanti dikembangkan untuk memudahkan operator dari Kantor Wilayah seluruh Indonesia dalam melakukan pendataan. Sebab, operator hanya cukup memasukkan data NIK santri yang sudah terintegrasi dengan data EMIS Pendidikan Islam.
 
"Di dalam pertemuan ini, kita langsung akan melakukan simulasi penggunaan aplikasi PIP pesantren. Hal ini semata untuk percepatan penyaluran dana agar segera bermanfaat untuk pondok pesantren," ujar Rahmawati.
 
Ada beberapa kriteria penerima manfaat dari PIP Pesantren ini. Pertama, santri yang berada pada usia 6 (enam) tahun sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kedua, santri dari keluarga kurang mampu yang ditandai dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP). 
 
Ketiga, selain memiliki KIP, dapat juga ditandai dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Keempat, selain kepemilikan KIP/KKS/PKH, calon penerima PIP juga dapat melampirkan SKRTM dari pemerintah desa dan SKTM dari pimpinan Pesantren. 
 
Kelima, melalui afirmasi dari keterangan pemerintah daerah terdampak bencana alam, hambatan ekonomi, yatim dan/atau piatu, kelainan fisik, dan korban konflik sosial.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif