Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan SK pada KGPA Tedjowulan, GKR Timoer Rumbai, Konflik Keraton Solo. MI/Widjajadi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan SK pada KGPA Tedjowulan, GKR Timoer Rumbai, Konflik Keraton Solo. MI/Widjajadi.

Profil Tedjowulan, Penanggung Jawab Penyelesaian Konflik Keraton Solo! Lulusan Akmil Magelang Lho

Ilham Pratama Putra • 19 Januari 2026 14:46
Jakarta: Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Keraton Solo. Tedjowulan dipercaya bisa menyelesaikan konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
 
Penunjukkan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Hal itu dituangkan melalui Surat Keputusan (SK) yang langsung diberikan Fadli kepada Tedjowulan.
 
Siapa sebenarnya Tedjowulan? Simak profilnya di sini!

Profil Tedjowulan

Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 3 Agustus 1954. Tedjowulan lahir sebagai salah satu anak dari Sri Susuhunan Pakubuwana XII.

Pendidikan Tedjowulan

Tedjowulan memiliki latar belakang sebagai seorang tentara. Ia menjalani pendidikan militer di Akademi Militer Magelang.

Dia sempat berkarier di TNI AD dengan pangkat terakhir Kolonel Infanteri. Sebelumnya, ia memiliki beberapa jabatan di militer, mulai dari Komandan Yonif 407/Padma Kusuma, Kasrem Surakarta hingga Brigrade Infanteri 413 di Solo.
 
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon meminta agar konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat segera diselesaikan. Polemik yang berkepanjangan dinilai dapat menghambat program revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.
 
"Mungkin akan memperlambat (jika masih konflik). Tapi kita akan jalan terus, karena ini cagar budaya, kita rawat. Saya yakin semua pihak pasti setuju. Kita lakukan sebagai bentuk komitmen negara hadir dalam kemajuan kebudayaan," kata Fadli usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan penanggung jawab Keraton Solo kepada KGPAA Tedjowulan, Minggu, 18 Januari 2026.
 
Fadli menyebut Tedjowulan ditunjuk sebagai pelaksana tugas raja sekaligus penanggung jawab pengelolaan Keraton Solo. Ia diharapkan mampu merangkul seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan internal melalui musyawarah.
 
"Pelaksananya beliau, Panembahan Tedjowulan. Nanti beliau akan mengundang kalau terkait dengan musyawarah mufakat itu beliau yang akan mengundang semua kerabat ya untuk duduk. Jadi kan harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Supaya kalau kita menghibahkan ada dana gitu kan kepada siapa," ujar Fadli.
 
Menurut Fadli, penunjukan tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga Keraton Solo sebagai warisan budaya. Program revitalisasi, seperti pemugaran Panggung Songgo Buwono, disebut akan terus dilanjutkan.

Protes Kubu Pakubuwono XIV

Momen penyerahan SK sempat diwarnai aksi protes dari kubu Pakubuwono XIV Purboyo. Putri tertua PB XIII, GKR Timoer Rumbay, tiba-tiba naik ke mimbar setelah Fadli Zon menyampaikan sambutan.
 
“Maaf Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya punya hak sebagai warga negara Indonesia,” kata Timoer sebelum panitia mematikan mikrofon.
 
Aksi tersebut memicu kericuhan kecil dari para sentono, abdi dalem, dan tamu undangan.
Usai acara, Timoer menyatakan pihaknya merasa tidak dilibatkan dalam proses penunjukan Tedjowulan.
 
“Kami keluarga besar PB XIII merasa tidak diorangkan. Keraton ini ada tuan rumahnya, tetapi kami tidak diberitahu tentang acara ini,” ujar dia. 
 
Selain protes lisan, kubu Purboyo juga membagikan surat keberatan atas SK yang diterbitkan Menbud. Hingga kini, pemerintah berharap seluruh pihak dapat menahan diri demi keberlanjutan pelestarian Keraton Solo.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan