Seorang WNI sedang mempresentasikan riset yang diduga palsu di ISPPD 2026, Denmark. DOK Instagram @w.o.d.d
Seorang WNI sedang mempresentasikan riset yang diduga palsu di ISPPD 2026, Denmark. DOK Instagram @w.o.d.d

Modal Ganti Jilbab dan Name Tag, Begini Modus WNI Tipu Ilmuwan Dunia di ISPPD 2026

Renatha Swasty • 27 Mei 2026 13:46
Ringkasnya gini..
  • Kasus ini terjadi dalam konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah forum ilmiah bergengsi untuk para ahli pneumonia dari seluruh dunia.
  • Salah satu modus yang digunakan adalah pemalsuan identitas saat presentasi. Pelaku berganti-ganti nama dengan bermodalkan ganti jilbab dan name tag.
  • Kejanggalan pada data dan isi riset yang dipresentasikan. Data yang disajikan diduga palsu dan dihasilkan oleh AI.
Jakarta: Sejumlah orang indonesia kedapatan melakukan pemalsuan dalam konferensi ilmiah bergengsi ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. Mereka memalsukan identitas dan fabrikasi data riset.
 
Hal itu diungkap dosen Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, dan mahasiswa S3 asal Indonesia yang kuliah di University of Oxford, Wa Ode Dwi Daningrat. Keduanya mengungkap modus yang dilakukan untuk pemalsuan melalui akun Instagram masing-masing di @mandharabrasika dan @w.o.d.d. 
 
"Kabar buruk akademisi Indonesia," tulis Ida Bagus dalam akun Instagram @mandharabrasika dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Ida Bagus mengungkap kasus ini terjadi dalam konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah forum ilmiah bergengsi untuk para ahli pneumonia dari seluruh dunia, yang tahun ini digelar di Kopenhagen, Denmark. Salah satu modus yang digunakan adalah pemalsuan identitas saat presentasi. 
 
Pelaku berganti-ganti nama dengan bermodalkan ganti jilbab dan name tag. Mereka berpindah dari satu station presentasi ke station lainnya dalam selisih waktu yang sangat singkat.
 
Ida Bagus dan Dwi juga menyoroti kejanggalan pada data dan isi riset yang dipresentasikan. Data yang disajikan diduga palsu dan dihasilkan oleh AI, termasuk gambar dan tulisan dalam poster riset yang dicetak hanya menggunakan kertas berukuran A4, jauh dari standar poster ilmiah yang lazim digunakan di konferensi internasional.
 
Modal Ganti Jilbab dan Name Tag, Begini Modus WNI Tipu Ilmuwan Dunia di ISPPD 2026
Hasil riset sekelompok WNI yang diduga palsu. DOK IG @mandharabrasika dan @w.o.d.d "Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu. Dibuat dengan AI atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal, risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga," beber dia.
 
Sejumlah kejanggalan dalam riset juga ditemukan dalam presentasi. Menurut mereka, lokasi-lokasi yang diklaim sebagai tempat penelitian tidak masuk akal karena mencakup berbagai wilayah di dunia, mulai dari Peruvian Andes, dataran tinggi Ethiopia dan Guatemala, hingga Lebanon, Yordania, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi, serta India bagian utara.
 
Meski penelitian disebut dilakukan di berbagai negara tersebut, seluruh penelitinya diketahui berasal dari Indonesia tanpa melibatkan kolaborator lokal maupun mencantumkan persetujuan etik penelitian. 
 
Kejanggalan lain turut terungkap dari sisi afiliasi organisasi yang dicantumkan dalam poster riset para oknum. Salah satu poster yang dipresentasikan mencantumkan nama lembaga "AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia" sebagai afiliasi, namun lembaga tersebut tidak dapat ditemukan keberadaannya.
 
Selain itu, ditemukan kejanggalan lain berupa kesimpulan yang sama dalam dua penelitian berbeda. Padahal, kedua riset tersebut memiliki topik, lokasi, hingga objek penelitian yang tidak sama.
 
Kondisi itu semakin memunculkan dugaan hasil penelitian yang dipresentasikan telah dimanipulasi atau dibuat secara tidak otentik. Dugaan kecurangan itu akhirnya terbongkar setelah seorang peserta lain asal Indonesia merasa curiga dan melaporkan kejadian tersebut kepada panitia konferensi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA