Nadiem Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Jilid II.  Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan
Nadiem Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Jilid II. Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan

Nadiem Luncurkan 'Merdeka Belajar' Jilid II Siang Ini

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Berita Kemendikbud Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 24 Januari 2020 12:06
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim pada Desember 2019 lalu telah meluncurkan program Merdeka Belajar. Siang ini Nadiem bakal meluncurkan lagi Merdeka Belajar Jilid II dengan fokus pada pembenahan Pendidikan Tinggi.
 
Program Merdeka Belajar seperti diketahui terdiri dari empat kebijakan pokok. Yakni kebijakan terkait Ujian Nasional (UN) yang akan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter mulai 2021.
 
Demikian juga dengan bentuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diubah bentuk dan format penilaiannya. Hingga penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan sejumlah aturan baru di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski belum tampak eksekusi dan mekanisme dari Merdeka Belajar, namun Nadiem sudah bersiap untuk mengeluarkan program Merdeka Belajar jilid II yang akan diluncurkan siang ini.
 
"Episode kedua kita akan fokus pada perguruan tinggi. Mohon disimak. Akan ada berbagai macam hal-hal inovasi baru," kata Nadiem di Menara Astra, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Nadiem kembali membahas makna program Merdeka Belajar yang diusungnya. Merdeka Belajar bukan berarti merdeka dari belajar, namun belajar dengan cara yang merdeka.
 
"Pendidikan itu unik. Pendidikan itu bukan seperti perusahaan, bukan seperti bisnis, karena produk utamanya adalah bibit bangsa, masa depan kita," lanjut mantan bos Gojek ini.
 
Nadiem juga mengatakan, keseragaman yang selama ini diterapkan di sistem pendidikan tidak menghasilkan kualitas yang diharapkan. Dia ingin agar sistem pendidikan mulai menerapkan keberagaman dalam melakukan transformasi sekolah.
 
"Itu sudah gagal dengan keseragaman, ya kita sudah berpuluh-puluh tahun mencoba itu. Mari lah kita ke depannya mencoba keberagaman. Bukan hanya keberagaman dalam arti misalnya fleksibilitas dari kurikulum tapi keberagaman dari cara-cara transformasi sekolah," ujar Nadiem.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif