Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto:  Kemendikbud/BKLM
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Kemendikbud/BKLM

Tak Punya Program 100 Hari Kerja, Nadiem Pilih Fokus Belajar

Pendidikan Kabinet Jokowi-Maruf beasiswa osc
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Oktober 2019 17:46
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengungkapkan tidak memiliki program seratus hari pertama menjadi menteri. Dalam seratus hari pertama itu, justru akan ia gunakan untuk belajar dan menjadi pendengar.
 
Ia menyebut akan belajar dari pakar-pakar di Kemendikbud yang selama ini telah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. "Saya bukan di sini untuk menjadi guru, saya di sini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya," kata Nadiem dalam sambutannya di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Rabu 22 Oktober 2019.
 
Nadiem mengakui, meski tidak mempunyai latar belakang pendidikan, namun ia menjanjikan bisa belajar dengan cepat. Untuk itu ia meminta kepada dirjen dan timnya untuk bersabar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya akan belajar sebanyak-banyaknya. Tapi jangan khawatir, saya sudah mempersiapkan. Banyak PR (pekerjaan rumah) sudah saya kerjakan," ujarnya.
 
Ia pun bakal mengusung sistem gotong royong dalam kerjanya. Sebab, menurutnya gotong royong merupakan nilai luhur yang layak diterapkan.
 
"Itu jadi sebuah asas dan value yang akan saya bawa ke dalam semua aktivitas dan interaksi kita, baik di level kementerian maupun kementerian lain, bahkan sekolah, guru, dan pemerintah daerah," kata Nadiem.
 
Nadiem Anwar Makarim, pendiri Gojek, didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Kabinet Indonesia Maju. Nantinya Nadiem bakal bertugas membuat terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Amanah untuk Nadiem ini sesuai dengan misi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yakni membangun SDM unggul. "Akan membuat terobosan-terobosan siginifkan SDM. Menyiapkan SDM siap kerja, siap berusaha link and match pendidikan dan industri" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif