Pemenang Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2022. Foto: Djarum Foundation
Pemenang Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2022. Foto: Djarum Foundation

Karya Tulis Mahasiswa ITB dan ITS Juara Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2022

Citra Larasati • 03 Oktober 2022 19:32
Jakarta:  Dua Karya tulis dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil terpilih menjadi pemenang di Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2022.  Karya tulis dari ITB memenangkan kategori noneksakta dan ITS di kategori eksakta.
 
Karya tulis tersebut berjudul ‘BerSATU: Aplikasi Terintegrasi Untuk Memaksimalkan Potensi Atlet Serta Mempersiapkan Dan Menjamin Masa Depan Atlet Indonesia’ oleh Andi Ameera Sayaka Cakravastia dari ITB. Kemudian karya tulis eksakta dengan topik ‘Oksimeter Janin Non-Invasif Untuk Mendeteksi Hipoksia Kandungan Menggunakan Kontrol Optode dan Algoritma Ekstraksi Sinyal Janin’ oleh Najla Rasikha Putri Harza dari ITS.
 
“Melalui karya tulis Writing Competition kami berusaha mewujudkan hasil pemikiran yang cerdas, kreatif dan  inovatif yang mampu menjawab tantangan serta permasalahan di sekitar masyarakat," kata Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Lounardus Saptopranolo, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lounardus mengatakan, hal ini merupakan upaya untuk mendorong para Beswan Djarum (penerima program Djarum Beasiswa Plus) agar dapat berkontribusi di tengah masyarakat. Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus mengapresiasi pemikiran generasi muda  terlebih dari karya tulis pemikiran peserta muncul ide-ide baru yang diharapkan menjadi langkah awal kontribusi mereka pada Indonesia.
 
Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus konsisten mendukung dunia pendidikan di Indonesia.  Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022 merupakan salah satu kelanjutan dari berbagai pelatihan soft skills yang telah diberikan setelah sebelumnya menerima pelatihan Leadership Development.
 
Tahun ini, terdapat ratusan karya tulis yang dikirim untuk mengikuti Writing Competition di babak final tingkat regional.  Dari jumlah tersebut hanya 16 besar yang  lolos ke babak final tingkat nasional.
 
Para finalis tingkat nasional telah melakukan presentasi karya tulis yang diuji  langsung oleh dewan juri, antara lain Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman, M. Rur. Sc. Guru Besar dari Institut Pertanian  Bogor, Joko Intarto sebagai CEO Jagaters yang mengelola 34 studio produksi video conference di Jakarta, serta  Zulfika Satria Kusharsanto, ST, MT, M.Sc, seorang Perekayasa Ahli Muda di Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan  juga merupakan Alumni Beswan Djarum 2011/2012. 
 
Ketua Dewan Juri Tingkat Nasional, Ronny Rachman mengungkapkan, pihaknya senang sekali  bisa melihat langsung 16 finalis mempresentasikan karya tulisnya. Hal yang paling menggembirakan, kata Ronny adalah tahun ini topik yang diangkat cukup beragam dan relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. 
 
"Misalnya, memanfaatkan bahan alami untuk pengobatan dan kesehatan, kepedulian terhadap atlet, permasalahan  pencemaran lingkungan, permasalahan manajemen energi terbarukan, dan masih banyak lagi," ujar Ronny.
 
Menurut Ronny, dewan juri memilih karya tulis Aplikasi berSATU dan Oksimeter Janin Non-Invasif karena ide mereka menarik dan solutif.  Isu di bidang olahraga masa depan atlet dan kesehatan bayi akibat kekurangan oksigen adalah isu yang kerap terjadi di tengah masyarakat
 
"Kami berharap karya tulis mereka ini menjadi langkah awal generasi muda yang  peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sekaligus hasil pemikiran yang cemerlang dari para generasi muda sangat berharga untuk membangun bangsa di masa mendatang,” tambah Ronny. 
 
Pemenang I kategori noneksakta adalah Andi Ameera Sayaka Cakravastia dari ITB yang mengangkat topik mengenai ‘Bersatu: Aplikasi Terintegrasi Untuk Memaksimalkan Potensi Atlet Serta  Mempersiapkan Dan Menjamin Masa Depan Atlet Indonesia’.  “Latar belakang topik ini adalah karena kepedulian terhadap para pahlawan olahraga Indonesia yang harus berjuang sekuat tenaga demi  mendapatkan kehidupan kayak selepas karir olahraganya," terang Ameera.
 
Aplikasi ‘berSATU’ dilengkapi dengan berbagai fitur  bantuan berupa layanan serta edukasi dari berbagai aspek yakni, karier atlet profesional, finansial, kesehatan  mental, pendidikan, dan sosial. Melalui aplikasi terintegrasi ‘berSATU’ diharapkan dapat membantu menyelesaikan  permasalahan dengan memaksimalkan potensi atlet serta membantu para atlet mempersiapkan masa depannya.
 
Tercatat dari karya tulis Ameera bahwa berdasarkan data 7/10 mantan atlet Indonesia mengaku saat ini hidupnya  belum sejahtera secara finansial. Mereka rela mengorbankan masa muda demi membela Tanah Air, sehingga mereka  harus kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan mereka di dunia kerja profesional.
 
Aplikasi  ‘berSATU’ hadir untuk membantu atlet muda Indonesia memaksimalkan potensi mereka sebagai atlet dan  mempersiapkan masa depan setelah karier olahraganya berakhir. Selain layanan edukasi, ‘berSATU’ juga akan menerapkan pendekatan rantai nilai untuk dapat memetakan pihak-pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan persiapan karier guna menunjang prestasi dan masa depan atlet-atlet Indonesia. 
 
Sementara pemenang I kategori eksakta ialah Najla Rasikha Putri Harza dari ITS, Surabaya dengan topik ‘Oksimeter Janin Non-Invasif Untuk Mendeteksi Hipoksia Kandungan Menggunakan Kontrol  Optode dan Algoritma Ekstraksi Sinyal Janin’.  Najla mengungkapkan, menurut WHO, 23 persen kematian bayi yang baru lahir disebabkan oleh Birth Asphyxia.
 
Asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen  dan nutrisi sebelum, selama, atau tepat setelah lahir. Salah satu cara untuk mencegah asfiksia adalah dengan memonitor kondisi bayi secara berkala.
 
Maka dikembangkan alat oksimeter janin yang non-invasif agar dapat digunakan secara aman dan portable di mana saja. Metode alat yang diajukan menggunakan Optode Control and Fetal Signal Extraction Algorithm.
 
"Metode ini menangkap sinyal gabungan dari ibu dan janin, lalu dengan algoritma  ekstraksi akan memisahkan sinyal janin, dan menghasilkan informasi terkait tingkat dan status SpO2 janin," terangnya.
 
Berdasarkan karya tulis, Najla merancang sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari hardware dan software untuk  melakukan pengukuran SpO2 janin secara non-invasif. Alat ini disebut dengan ‘Fetox’ (Fetal Oximeter). Sistem ini terdiri dari hardware berupa detector band yang berisikan emitter dan detector untuk mengemisikan foton dan  menangkap sinyal pantulan foton, control board untuk mengontrol kerja detector band dan melakukan ekstraksi sinyal janin, serta software berupa program untuk menampilkan visualisasi data SpO2 janin.
 
"Tujuan utama dari  ‘Fetox’ adalah untuk membantu mengurangi tingginya kematian bayi disebabkan birth asphyxia, serta memberikan  alternatif metode pengukuran SpO2 secara non-invasif," beber Najla.
 
Sejak tahun 1984, Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus secara konsisten mendukung  pendidikan di Indonesia, berbagai pelatihan soft skills telah diberikan pada 12.886 mahasiswa dan mahasiswi berprestasi. “Kami berharap program ini dapat mendorong dan mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya cerdas dan berkarakter  kuat, tetapi juga kritis dan kreatif dalam menciptakan solusi atas fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar,” tutup Lounardus. 
Baca juga: 2.675 Peserta Lolos Seleksi Administrasi BIB, Lanjut TPA dan Psikotes Mulai Besok


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif