"Yang bersangkutan sakit beberapa hari terakhir," kata Wakil Rektor I bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Drajat Martianto kepada Medcom.id, Kamis, 25 Agustus 2022.
Drajat menjelaskan, orang tua Rafie datang mengunjungi almarhum rafie pada Jumat, 19 Agustus 2022. Kemudian oleh orang tuanya, almarhum dibawa ke dokter di Cengkareng, Jakarta Barat.
"Setelah itu kembali ke Bogor, ke-kos-an. Menurut informasi hari Sabtu dan Minggu sudah membaik, sempat keliling kampus," ujar Drajat.
Karena sudah membaik, maka pada hari Minggu orang tua almarhum Rafie pun pulang ke Jawa Tengah. Namun, sejak Selasa Rafie tidak bisa dikontak.
"Rabu malam orang tuanya mengontak pemilik kosan dan minta dicek di kamar. Karena dikunci dari dalam pintu dibuka dengan dicongkel. Posisi saudara Rafie sedang tengkurap seperti tidur, namun ternyata sudah meninggal," tutur Drajat.
Menurut dokter yang menangani, kata Drajat, rafie diduga sudah meninggal lebih dari enam jam. "Karena keluarga memahami bahwa ananda Rafie meninggal karena sakit maka jenazah langsung dibawa pulang ke Salatiga untuk segera dimakamkan," terang Drajat.
Mengenai sakitnya, Drajat menjelaskan, pihak kampus belum mendapat keterangan dari pihak keluarga. "Sakitnya apa, sampai sekarang kami belum memperoleh keterangan pasti. Kami sangat berduka atas meninggalnya ananda Rafie dan mendoakan agar yang bersangkutan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT karena meninggal saat berjihad menuntut ilmu. Aamiin YRA," ucap Drajat.
| Baca juga: ITS Gagas iDerm4U, Platform Telemedisin yang Fokus pada Penyakit Kulit |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News