Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan fleksibilitas terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Salah satunya guna mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Sejumlah praktisi dan pengamat pendidikan mendorong agar dilakukan deteksi covid-19 menggunakan swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) test sebelum menggelar PTM. Namun ternyata fleksibilitas dana BOS belum dapat digunakan untuk memfasilitasi hal tersebut.
"Kalau PCR kita belum, karena relatif mahal. Kecuali pribadi. Kalau untuk dana BOS ini belum bisa," terang Sekretaris Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbud, Tora Akadira dalam Webinar Pengelolaan Dana BOS untuk persiapan PTM, Rabu, 10 Maret 2021.
Artinya, dalam pelaporan dana BOS, penggunaan untuk swab test tidak akan diterima. Kemendikbud sendiri telah menentukan daftar belanja pendukung PTM yang bisa menggunakan dana BOS tersebut.
"Untuk membuat ketersediaan sarana sanitasi dan cuci tangan pakai sabun, air mengalir, dan hand sanitizer," jelasnya.
Baca juga: Belanja Persiapan PTM Bisa Pakai Dana BOS, Cek Daftarnya
Kemudian dana BOS juga dapat digunakan untuk memfasilitasi akses warga pendidikan menuju fasilitas kesehatan masyarakat terdekat. Hingga pemanfaatan dana BOS untuk membeli masker.
"Untuk mempersiapakan penerapan wajib masker dan memiliki thermogun. Memiliki peta warga satuan pendidiikan yang memiliki komorbid tidak terkontrol," lanjutnya.
Selanjutnya, sekolah juga dapat memanfaatkan dana BOS untuk berkoordinasi dengan komite sekolah, guru beserta wali. Sebab dibutuhkan persetujuan orang tua murid bagi siswa yang ingin masuk sekolah.
"Memiliki persetujuan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Ini daftar periksa ini yang akan kita biayai lewat dana BOS," tutup dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan