Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Baskara Aji mengatakan pelaksanaan PIP selama ini efektif meringankan biaya pendidikan siswa miskin. “PIP bagus. Karena anak sekolah tidak hanya bayar uang sekolah. Tapi juga butuh beli peralatan pendukung pendidikan, seperti buku dan seragam. Itu di-cover PIP,” kata Aji di Yogyakarta, Selasa, 25 Maret 2019.
PIP merupakan program pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah dari SD hingga SMA yang berasal dari keluarga miskin, dan rentan miskin. Sejak diluncurkan pada 2014, PIP menyalurkan biaya untuk siswa SMA sederajat sebesar Rp1juta pertahun.
Uang ini disalurkan tiap enam bulan sekali dan langsung ke rekening siswa. Para siswa dapat membeli kebutuhan sekolah atau alat kursus di toko perlengkapan sekolah terdekat.
Aji menambahkan, pemberian PIP sudah tepat sasaran. Saat ini ada sekitar 3.000 siswa SMA dan sederajat di DIY yang sudah mendapatkan PIP.
Baca: Presiden Minta PIP Diperluas ke Pendidikan Kursus
Untuk tahun ini jumlah penerima PIP di DIY belum keluar, Namun ia berharap ke depannya pemerintah memperbanyak kuota PIP untuk siswa kurang mampu.
Lantaran saat ini, PIP baru meng-cover sekitar dua persen siswa dari total jumlah siswa SMA dan sederajat di DIY yang berjumlah 150 ribu. "Harapan kita diperbanyak jumlah (kuota) siswanya. Supaya semua siswa yang tidak mampu bisa ter-cover PIP,” kata Aji.
Dengan begitu, dana pendidikan daerah bisa dialihkan untuk pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi. Tercatat ada 12 persen atau sekitar 18 ribu siswa SMA dan sederajat tidak mampu di DIY.
"Disdikpora DIY akan mendatang ulang dan merapikan data siswa miskin di seluruh DIY," terangnya.
Terpisah kepala sekolah SMKN 1 Depok Sleman, Suprapto menilai PIP sangat efektif untuk mendukung prestasi dan kegiatan belajar siswa. Ia berharap agar program ini tetap dilanjutkan dan jumlah siswa yang dapat menerima PIP diperbanyak di periode presiden berikutnya.
"Membantu sekali bagi para siswa kurang mampu. Mereka bisa beli buku sekolah dan penunjuang yang tidak di-cover dana bantuan lainnya,"kata dia.
Ia menyarankan agar sistem pemberian uang bantuan ke siswa bisa diketahui oleh sekolah. Tujuannya agar sekolah bisa mengawasi pembelanjaan para siswa, sehingga tidak menyimpang dari ketentuan. Selain itu ia berharap agar pemerintah memperbaharuhi kembali data siswa yang menerima PIP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News