Ilustrasi telur. DOK Unsplash
Ilustrasi telur. DOK Unsplash

Sering Konsumsi Telur Mentah? Ahli Gizi UGM Ungkap Bahaya Bagi Kesehatan

Pendidikan kesehatan Telur UGM Salmonella
Renatha Swasty • 19 April 2022 10:34
Jakarta: Mengkonsumsi telur mentah bersama susu atau jamu menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit yang mengkonsumsi telur mentah langsung.
 
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menjelaskan mengkonsumsi telur mentah berbahaya bagi kesehatan. Namun, banyak berkembang pemahaman di masyarakat konsumsi telur mentah bisa meningkatkan kadar protein dalam tubuh dan membuat stamina lebih segar.
 
“Pemahaman itu keliru,” tegas Toto dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Toto mengatakan dalam penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition pada 2004 mengungkapkan penyerapan protein oleh tubuh justru lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur matang. Pada keadaan mentah, protein yang dapat diserap tubuh hanya 50 persen.
 
Sedangkan, dalam keadaan telur matang, protein yang diserap tubuh mampu mencapai 90 persen. Toto menuturkan putih telur mengandung avidin yaitu zat protein yang bisa berefek negatif bagi tubuh karena kemampuannya mengikat biotin.
 
Biotin merupakan vitamin B7 yang larut dalam air dan diperlukan tubuh dalam proses metabolisme serta pencernaan gula dalam darah. Toto mengungkap bahaya lain mengkonsumsi telur mentah ialah rentan infeksi bakteri Salmonella.
 
Bakteri ini bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur. Apabila telur dalam kondisi tidak bersih atau kotor dari peternakan peluang infeksi salmonella karena konsumsi telur mentah sangat besar.
 
“Infeksi salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian. Jadi, sebenarnya banyak efek buruknya daripada manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah ini,” kata dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK UGM itu.
 
Toto menjelaskan telur sarat kandungan gizi dan vitamin. Dalam telur kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin D. Selain itu juga protein, lemak, omega 3, omega 6, kalsium, fosfor, potassium, serta sodium, serta kolesterol.
 
Namun, Toto menuturkan kandungan vitamin dalam telur bisa rusak bahkan hilang saat proses pengolahan atau memasak tidak tepat. Beberapa cara yang bisa dilakukan ialah memasak dalam suhu stabil dan tidak terlalu lama, baik dalam kondisi direbus ataupun digoreng.
 
Baca: 4 Tingkat Kematangan Telur Rebus, Mana Kesukaanmu?
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif