Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal

Unand Jaga Peringkat Webomatrics

Pendidikan Pendidikan Tinggi Peringkat Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 05 Februari 2020 16:18
Jakarta: Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat berkomitmen menjaga kualitas sivitasnya. Kini universitas tersebut telah menduduki posisi 13 universitas terbaik se Indonesia versi Webomatrics.
 
Pada periode Januari tahun 2019 lalu, Unand berada di posisi 16. Namun kemudian Unand merangsek tiga angka secara cepat di Juli 2019 dan mempertahankannya hingga Januari 2020. Capaian ini menjadi prestasi tersendiri buat Unand.
 
"Untuk melihatkan ke masyarakat bahwa sebuah Perguruan Tinggi itu bereputasi dan tentu di sana ada sisi kualitas," kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unand, Uyung Gatot kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uyung menyebutkan, pihaknya bakal terus meningkatkan riset dan pengembangan untuk peneliti di Unand. Agar nantinya Unand lebih matang dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
 
"Upaya yang dilakukan tentu terus dibenahi, ditingkatkan kriteria yang sudah dihitung oleh Webo. Lalu kita siaplah untuk mendukung perkembangan. Termasuk di 4.0," ungkap Uyung.
 
Grafik ini dikatakan terus meningkat. Terpisah, Sekretaris Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Unand, Ikhwan Arief menjelaskan kepada Medcom.id, ada beberapa faktor yang membuat Unand terus berkembang menjadi universitas kelas dunia berdasarkan pantauan Webomatrics.
 
"Pertama presence. Keterbukaan informasi publik yang dilihat oleh Google dari website di Unand. Terutama fokus pada website induk. Keberadaan website yang terstruktur dan tidak sporadis akan memberikan kontribusi nilai tinggi, dengan bobot 5 persen," jelas Ikhwan.
 
Kedua, Unand juga mengedepankan visibility. Poin ini sebagai dampak dari konten website yang diterbitkan oleh Unand, diukur dengan banyaknya tautan eksternal ke domain Unand.
 
"Di sini sumbangan diberikan antara lain oleh Perpustakaan Unand yang menjadi kontributor utama pada Indonesia OneSearch, pengelola jurnal yang jurnalnya terindeks global seperti DOAJ, CrossRef, DOAR, Google Scholar," kata Ikhwan.
 
Dia menyebut, pengelola jurnal itu telah terakreditasi. Melalui jurnal ini, penulis-penulis Unand pada artikelnya setia mencantumkan nama Universitas Andalas sebagai institusinya. Dari sana Unand mendapat bobot sebesar 50 persen.
 
Selanjutnya Unand juga menekankan nilai transparansi atau openness. Besarnya kutipan yang diterima oleh tulisan-tulisan dosen Unand yang terlihat pada profil dosen di Google Scholar, bobotnya 10 persen.
 
"Selanjutnya poin excellence. Merupakan kontribusi dari peneliti yang tulisannya dikutip oleh artikel dari Scopus, WoS, PubMed dan pengindeks besar lain sehingga menjadi 10 persen dari pemuncak pada bidang ilmunya. Data dilihat dari Scimago dengan bobot 35 persen," jelas Ikhwan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif